Sejak Tahun 2008 Tidak Banjir Lagi


Ribuan Warga Pondok Bahar Permai Tolak Zona Merah Bank

Diterbitkan  Minggu, 12 / 08 / 2018 21:31 - Berita Ini Sudah :  178 Dilihat

ZONA MERAH BANK. Tasril Jamal, tokoh masyarakat Perumahan Pondok Bahar Permai, Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, menyampaikan keterangan kepada wartawan soal penolakan zona merah bank, usai perayaan HUT RI ke-73 tahun 2018 di Lapangan Futsal RW 03, Perum Pondok Bahar Permai, Minggu, (12/8/18) pagi.

TANGERANG –  Ribuan warga Perumahan Pondok Bahar Permai, Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang menolak penetapan zona merah yang dilakukan sejumlah bank.

Hal itu terungkap dalam jumpa pers yang dilakukan puluhan warga usai perayaan HUT RI ke-73 tahun 2018 di lapangan futsal RW 03, Perum Pondok Bahar Permai, Minggu, (12/8/18) pagi.

“Saya betul-betul kecewa, karena hampir semua bank mem-blacklist warga Perumahan Pondok Bahar Permai,” ungkap  Tasril Jamal, salah satu tokoh masyarakat di perumahan tersebut.

Ketika ditanya sejumlah wartawan, mengapa bank-bank  melakukan hal seperti itu, menurut Tasril karena Perumahan Pondok Bahar Permai masih distigmakan sebagai perumahan banjir.

“Sebetulnya Perumahan Pondok Bahar Permai itu sudah tidak banjir lagi sejak tahun 2008, karena Kali Angke sudah berhasil di turap oleh pemerintah. Tapi anehnya stigma banjir itu masih melekat di hampir semua bak,” katanya

Tasril memberi contoh, beberapa waktu lalu dirinya mengajukan pinjaman ke salah satu bank. Namun demikian pinjaman itu tidak disetujui sesuai target dan bahkan jauh di bawah target.

“Saya tanya kenapa bisa seperti ini. Ternyata jawaban dari pihak bank, Perumahan Pondok Bahar Permai  masuk zona merah banjir. Akhirnya bank tidak bisa memberikan pinjaman secara maksminal,” ujarnya.

Tasril juga berusaha meyakinkan pihak bank bahwa Perumahan Pondok Bahar Permai sudah tidak  banjir lagi sejak tahun 2008 karena Kali Angke sudah diturap, namun pihak bank rupanya tidak percaya.

Tasril mengatakan penetepan zona merah oleh hampir semua bank itu harus dicabut, karena ribuan warga Pondok Bahar Permai adalah warga yang baik dan bahkan sebagai pembayar pajak yang taat.

“Penetapan zona merah oleh hampir semua bank  itu jelas sangat merugikan warga. Padahal Perumahan Pondok Bahar Permai itu sangat potensial, termasuk di bidang ekonominya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Tasril mendesak pemerintah  agar segera menepati janjinya akan membangun turap danau yang ada di kawasan Perumahan Pondok Bahar Permai yakni di wilayah di RW 03.

“Kalau danau itu diturap maka ekonominya bisa jalan, bisa kita kembangkan,  misalnya membangun saung-saung atau kafe-kafe. Tapi sampai sekarang janji pemerintah itu belum ditepati juga,” ungkap Tasril

Selain itu, Tasril juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot)  Tangerang melanjutkan kembali pembangunan jogging track di pinggiran Kali Angke, yang sampai saat ini baru  sejauh 300 meter.

“Panjang jogging track itu sekitar 800 meter. Tapi anehnya yang dibangun ahanya sekitar 300 meteran saja. Kami warga Perumahan Pondok Bahar Permai meminta pembangunan itu dilanjutkan. Panjangnya mencapai sekitar 800 meter,” tandas Tasril.

Menurutnya,  jika jogging track itu dibangun sepanjang 800 meter, tentu saja bisa dijadikan kawasan olahraga untuk warga dan sangat berpotensi untuk pengembangan ekonomi warga sekitar juga.

Namun penerangan jalan di sekitar jogging track juga harus diperhatikan. Selama ini tidak ada penerangan di sekitar jogging track. Akibatnya kawasan itu dijadikan tempat pacaran anak-anak muda di malam hari.  (bud)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!