Sulit Buang Air, Jamaah Pamulang Wafat di Mekkah

Diterbitkan  Minggu, 12 / 08 / 2018 23:09 - Berita Ini Sudah :  221 Dilihat

SERPONG-Kabar duka menyelimuti jamaah Kloter 29 asal Kota Tangsel. Salah satu calon jamaah haji (calhaj) asal Kecamatan Pamulang yakni, Ahmad Betong bin Sariih (52) meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah.

Ahmad Betong mengalami sakit tak bisa buang air besar. Almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) King Abdul Aziz, Arab Saudi. Namun setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, Ahmad Betong menghembuskan nafas terakhirnya oada pukul 16.45 waktu setempat atau pukul 12.30 WIB, Jumat (10/8).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel, Abdul Rojak mengungkapkan, seluruh jamaah dan petugas Kloter JKG 29 turut berduka cita dan belasungkawa sedalam-dalamnya.

“Innalilahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah, jamaah haji kloter 29 JKG atas nama Ahmad Betong bin Sariih. Semoga diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya diterima iman Islamnya serta keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” sambung Rojak.

Lebih lanjut ia menjelaskan, almarhum berasal dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Daarul Hikmah Pamulang. Ahmad Betong beralamt di Pondok Cabe Udik, Pamulang RT 005/002 Jalan Cabe Raya. Setelah mendengar kabar duka ini, Kemenag langkah selanjutnya akan mengirimkan pemberitahuan secara resmi berdasarkan keterangan dari pihak RS King Abdul Aziz, Arab Saudi.

“Keluarga almarhum sudah dikasih tahu dan Kantor Kemenag Tangsel akan mengirim surat resmi ke keluarga almarhum tentang wafatnya almarhum di Mekkah,” tambahnya.

Seluruh biaya pengobatan selama almarhum dirawat dibiayai oleh pemerintah Indonesia. “Dari mulai Madinah ketika berangkat ke Mekkah dan di Mekkah langsung di rawat di Rumah Sakit Pemerintah Arab Saudi King Abdul Aziz,” tukas ia.

Kloter 29 JKG asal Tangsel beranga pada gelombang pertama yakni Sabtu (28/7) dengan jumlah 385 calhaj ditambah dengan 8 orang petugas. Jamaah dilepas di Markas Yon Kavaleri Cobra, Serpong oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davni.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Tangsel, Ade Sihabudin membenarkan kabar duka meninggalnya salah satu jamaah asal Tangsel. Jamaah masuk pada Kloter 29 JKG rombongan 2 regu 6 Jamaah KBIH Daarul Hikmah yang mengalami sakit dirawat dirumah sakit, namun akhirnya meninggal pada Subuh waktu setempat.

“Alhamrum meninggal setelah mengalami sakit ilesu paralitik atau saluran pencernaan dirawat selama empat hari di rumah sakit,” tutur Ade yang berada di Mekah.

Sebelumnya, satu calhaj asal Kota Tangsel yakni,  Muhidin (55) terpaksa tertunda keberangkatannya. Dia mengalami gagal jantung dan harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta.

Muhidin, jamaah asal Ciputat ini tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 35 Jakarta Pondok Gede (JKG). Kloter 35 ini dilepas di Lapangan Batalyon Kavaleri Cobra, Serpong Utara pada 31 Juli silam. Di Kloter 35 itu sendiri terdapat 385 calhaj dan delapan petugas.

Pada awalnya, Muhidin memang dinyatakan sehat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel. Namun setelah berada di Bandara Soekarno Hatta kondisinya menurun, sehingga akhirnya tidak diperbolehkan berangkat sampai kondisinya benar-benar pulih. Lebih kurang empat hari, Muhidin mengalami perawatan sejak keberangkatan dari Kota Tangsel.(din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!