Penjual Cobek Dinyatakan Bebas Murni


MA Tolak JPU Kejari Kabupaten Tangerang Terkait Kasus Tajudin

Diterbitkan  Rabu, 05 / 09 / 2018 22:35 - Berita Ini Sudah :  169 Dilihat

SERPONG-Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Tangerang terkait kasus penjual cobek Tajudin. Untuk itu Tajudin dinyatakan bebas murni.

Perlu diketahui, pada 16 Agustus lalu, sidang kasasi itu dipimpin Hakim Agung Maruap Dohmatiga Pasaribu dan dibantu Hakim Agung Eddy Army dan Sri Murwahyuni sebagai anggota majelis. Mahkamah Agung, menolak kasasi yang diajukan oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang terhadap Tajudin Bin Tatang Rusmana, Penjual Cobek yang sempat dibui sembilan bulan tanpa dosa.

Tajudin kini telah bernafas lega. Karena apa yang selama ini disangkakan kepada Tajudin yakni mempekerjakan anak sebagaimana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dianggap bukan kejahatan oleh pengadilan.

Kasus yang sempat ramai pemberitaan di awal 2017 ini, bemula saat aparat dari Kepolisian Resort Tangerang Selatan menangkap Tajudin pada 20 April 2016 dengan sangkaan mempekerjakan anak dibawah umur yang notabene adalah keponakannya.

Tajudian kemudian dituntut oleh Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dengan Pasal 2 ayat (1) UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan tuntutan 3 tahun penjara dan denda 150 juta.

Pada 12 Januari 2017, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang yang dipimpin Syamsudin melepaskan Tajudian dari segala tuntutan hukum. (selengkapnya lihat grafis-red)

Kuasa Hukum Tajudin, Abdul Hamim Jauzie menyatakan atas putusan MA itu, pihaknya akan menunggu salinan resmi dari Pengadilan Negeri Tangerang.

”Kami dapat informasinya dari lama resmi MA, Hari Senin (3/9) lalu. Kedepannya, kami akan mengajukan praperadilan untuk meminta pertanggungjawaban, meminta ganti kerugian dari Kepolisian Resort Tangsel dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang,” kata kordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan

Ia menambahkan gugatan tersebut untuk mengganti rugi atas apa yang dialami kliennya. Sebab, dipenjara selama sembilan bulan tanpa dosa. “Kita akan menuntut ganti rugi sebesar Rp1 miliar lebih kepada Polres Tangsel dan Kejari Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, lantaran kliennya merupakan korban salah tangkap,” tukasnya

Terpisah, Kepala Polres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menyatakan mempersilahkan untuk melayangkan gugatan. ”Kan, masih rencana gugatan dari pengacaranya,” terangnya sambil mengatakan kalau emang benar, ya silahkan aja. Semua ada mekanisme hukumnya.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang berpendapat perbuatan Tajudin bukanlah kejahatan karena dua anak yang dipekerjakan Tajudin bertujuan membantu orang tuanya. Di Kampnug Pojok, Padalarang.

Membantu ekonomi orang tua merupakan hal yang biasa dilakukan anak-anak. Majelis hakim juga berpendapat, masih banyaknya anak-anak yang putus sekolah di Kampung Pojok seharusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah sebagaimana diamandatkan Undang-Undang Dasar 1945. Tak terima vonis Pengadilan Negeri Tangerang, Penuntut Umum mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!