Terdakwa Tawuran Pelajar Hingga Korban Tewas Jalani Sidang di PN Tangerang


Tuntutan 5 Tahun Penjara

Diterbitkan  Rabu, 05 / 09 / 2018 22:41 - Berita Ini Sudah :  253 Dilihat

SERPONG- Kasus tawuran pelajar di Jalan Raya Puspiptek, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan hingga mengakibatkan meninggalnya seorang pejar SMA, Ahmad Fauzan, sudah memasuki masa persidangan sejak 29 Agustus lalu.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tangsel menuntut terdakwa FF (18) dengan hukuman 5 tahun penjara. Tuntutan tersebut disebutkan bahwa perbuatan FF yang menghilangkan nyawa seseorang.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Tangsel, Sobrani Binzar, mengungkapkan, terdakwa FF (18) telah dikenakan Pasal 338 KUHP. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sinta Ratnaningsih, telah memeriksa alat bukti dan keterangan saksi serta pemeriksaan terhadap terdakwa.

“Kategori yang memenuhi unsur pada Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun. Namun, dalam hal ini pelaku adalah anak-anak jadi hukuman hanya setengahnya yakni 7,5 tahun dan pada Selasa (4/9) terdakwa sudah dituntut 5 tahun penjara,” ujarnya, saat ditemui di Serpong, kemarin.

Dalam kasus tersebut, kata Sobrani, ada kesengajaan yang mengakibatkan kematian pada korban yakni terdakwa menggunakan dan melempar parang dengan jarak kurang lebih 3 meter yang diarahkan langsung ke muka korban.

“Lain halnya jika ditusuk bukan pada bagian tubuh yang mengakibatkan kematian,” ujarnya.

Sibrani menyebutkan, pekan depan akan dilanjutkan dalam proses sidang pembelaan dari kuasa hukum. “Apakah jawaban atau replik atas pledoi akan dilakukan hari ini atau jika tidak perlu, maka Senin (10/9) akan diputuskan hasilnya seperti apa,” paparnya.

Dalam persidangan, menurutnya, kasus akan terbuka dan dalam putusan Pengadilan tergambarlah apakah terdakwa melakukan sendiri ataukah ada pihak lain.

“Karena belum masa penyidikan dan penyelidikan (ke lainnya), saya belum boleh bicara. Namun kami dan Polres Tangsel akan kembali melakukan pengembangan setelah sidang terhadap terdakwa sudah diputuskan,” katanya.

Sebelumnya diketahui, terdakwa dijemput seseorang dan diajak bersembunyi di daerah Lido, Sukabumi. Setelah 10 hari, akhirnya keluarga pelaku menyerahkan kepada Polres Tangsel pada Jumat (10/9) lalu.

Diketahui, tawuran pelajar antar dua sekolah tingkat atas terjadi pada Selasa (31/7) sore di Jalan Puspiptek, Setu. Akibatnya beberapa pelajar dari dua kelompok bertikai luka dan satu di antaranya, dilarikan ke RS setelah pipinya tertancap parang.

Korban tewas setelah satu pekan menjalani perawatan di RSCM Jakarta, karena luka tertembus parang dari pipi hingga leher dan mengenai batang otak.

Tawuran diduga bermula dendam lama antar pelajar dua sekolah tersebut dan terjadi saling ejek di media sosial. Sebelum tawuran, kedua kelompok pelajar itu janjian di medsos dan melakukukan tawuran di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, tepatnya depan SPBU Kademangan, Setu. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!