Pesawat Besutan PTDI Terbangi Pondok Cabe

Diterbitkan  Jumat, 07 / 09 / 2018 22:37 - Berita Ini Sudah :  254 Dilihat

SERAH TERIMA PESAWAT CN295: Teknisi Polairud melintas di samping pesawat CN295 saat acara serah terima Pesawat CN295 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kepada Direktorat Kepolisian Udara Republik Indonesia di Ditpoludara Pondok Cabe, Jumat (7/9). Pesawat CN295 Polud ini merupakan pesawat terbang hasil kerja sama antara PTDI dengan Airbus DEfense and Space (ADS) yang dibuat di Bandung. Pesawat ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dalam setiap operasi kepolisian udara

CIPUTAT- Pesawat buatan dalam negeri berjenis angkut taktis resmi mulai menerbangi Lapangan Udara Pondok Cabe, Kota Tangerang Selatan. Hal tersebut terlihat dengan diserahkannya pesawat multiguna dengan tipe CN295 tersebut oleh produsen pesawat PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kepada Direktorat Polisi Udara Baharkam Mabes Polri di Mako Ditpol Udara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Jumat (7/9).

Penyerahan dilakukan Dirut PT DI Elfien Goentoro kepada Kabarhakam Mabes Polri Komjen Moechgiyarto sekaligus penyerahan satu unit Helikopter Bell 412 EP sesuai masakontrak serah terima pada September 2019.

Elfien Goentoro mengungkapkan, pesawat CN295 merupakan pengembangan dari pesawat CN235 yang porsi badannya (fuselage) diperpanjang tiga meter. Selain itu, CN295 ini juga menggunakan mesin terbaru turboprop Pratt & Whitney PW127G yang dilengkapi enam bilah baling-baling Hamilton Standard 586-F.

Pesawat ini, lanjut dia, juga memiliki lima konfigurasi berupa VIP, Passenger, Troops, Paratroops, dan Medical Evacuation.

“Ini adalah pesawat multiguna, yang memiliki konfigurasi yang disiapkan PTDI dan diserahkan bersamaan dengan penyerahan pesawat,” kata Elfien.

Lebih jauh, Elfien menerangkan, untuk kapasitas konfigurasi penumpang pada pesawat CN295 ini memiliki kemampuan angkut hingga 50 orang penumpang.

“Konfigurasi troops kapasitas adalah 70 orang, konfigurasi fully equipped paratroops kapasitasnya adalah 45 orang, sementara untuk konfigurasi medical evacuation mampu membawa 24 stretchers,” terangnya.

Pesawat multiguna ini merupakan pesawat terbang hasil kerjasama industri PTDI dengan Airbus Defense & Space (ADS) yang dikerjakan di kawasan produksi PTDI di Bandung, Jawa Barat.

“Dengan diserahkannya pesawat CN295, diharapkan dapat meningkatkan kinerja Kepolisian Udara Republik Indonesia dalam setiap pelaksanaan operasi kepolisian udara. Pesawat CN295 Polud ini merupakan pesawat ke-10 yang diproduksi PTDI, di mana 9 unit pesawat CN295 sebelumnya sudah diserahkan dan dioperasikan oleh TNI AU,” kata Elfien.

Komjen Moechgiyarto mengatakan, pesawat yang dibeli dengan skema kredit Swasta Asing (KSA) ini adalah pesawat ke 11 milik Direktorat Polisi Udara RI. “CN295 kita sudah ada 10 dengan hadirnya ini bertambah menjadi 11, sedangkan helikopter kita ada 48. Nanti akan ditambah 1 lagi menjadi 49 armada untuk tahun 2018,” ucap dia.

Diungkapkan mantan Kapolda Metro Jaya ini, jumlah pesawat yang ada saat ini, memang jauh dari ideal. Namun pihaknya berusaha memenuhi standar minimal peralatan dan perlengkapan Polisi udara.

“Kalau ideal negara tak akan mampu, kita standar minimal saja kita akan buat standar kebutuhan minimal peralatan udara itu sejauh berapa yang kita inginkan. Memang kalau kita lihat standar kebutuhan masih jauh dari harapan yang kita inginkan,” tandas Moechgiyarto. (dem)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!