Pemkot Dorong Peningkatan PAD Parkir


Airin: Masa Kalah dari Retribusi Makam

Diterbitkan  Rabu, 12 / 09 / 2018 22:39 - Berita Ini Sudah :  192 Dilihat

CIPUTAT-Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mempertanyakan capaian retribusi parkir sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Tangsel. Bahkan disebut Airin, retribusi pemakaman lebih besar dibandingkan pendapatan retribusi parkir.

“Secara logika bisa dibayangkan, berapa yang meninggal dan berapa perputaran parkir di Tangsel, ini tidak masuk akal. Jadi oleh karena itu, Saya mendorong Dinas Perhubungan untuk mengejar pendapatan peningkatan retribusi dan pajak,” kata saat pembukaan pelatihan bimbingan teknis (bimtek) pengelola parkir se-Tangsel, yang berlangsung di Aula lantai 4, Balaikota Tangsel, Ciputat, Rabu (12/9).

Menurut Airin, pajak berbeda dengan retribusi. Kalau pajak ada pelayanan maupun tidak pasti dipungut, tetapi retribusi diberikan pelayanan baru dipungut. “Ini yang kita harus dorong pelayanan service excellent,” ujarnya di kegiatan bimtek dengan tema mewujudkan penyelenggaran parkir yang tertib, aman dan nyaman sesuai dengan ketentuan berlaku di Tangsel.

Airin berharap, dengan adanya pelaksanaan bimtek ini dapat meningkatkan PAD Parkir. “Saya ingin setelah bimtek ini bisa diperbaiki retribusi parkir, masa kalah dengan retribusi pemakaman,” katanya.

Dengan bimtek ini, menambah wawasan, dan berharap prosedur pengelolaan, penentuan tarif parkir untuk melindungi hak konsumen. “Dengan profesionalitas banyak keuntungan yang kita dapat,” ungkapnya.

Pengelolaan parkir adalah tugas dari pemerintah sebagai bagian dari pelayanan masyarakat. Keberadaan pengelola parkir adalah mitra yang membantu tugas pemerintah daerah. “Dalam kesempatan ini, kami ucapkan terima kasih, mari bersinergi untuk pembangunan Tangsel, memberikan pelayanan parkir yang terbaik sesuai dengan peraturan yang ada, dan memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah dalam bentuk pajak maupun retribusi parkir,”jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kota Tangsel Ponco Budi Santoso, mengungkapkan, untuk retribusi parkir itu dipisah, antara retribusi sewa lahan dan retribusi tepi jalan umum. “Kita gak tahu berapa besar retribusi makam, namun kalau retribusi kita digabung cukup besar, karena untuk retribusi sewa lahan saja mencapai Rp 2,7 miliar dan retribusi tepi jalan sebesar Rp 650 juta, permasalahan sekarang kalau tepi jalan umum pelayananya harus ditingkatkan, apakah harus diasuransikan dan yang bayar juru parkir siapa dan fasilitasnya apa,”ungkapnya.

Sementara target retribusi parkir baru mencapai 50 persen. “Kita sudah menganggarkan sebesar Rp 150 juta untuk pengelolaan 30 titik parkir, langkah kita mencoba memberikan fasilitas terlebih dahulu untuk meningkatkan retribusi ini,” katanya.

Diketahui retribusi pemakaman yang diberlakukan Dinas Perumahan, Pertamanan dan Pertanahan Kota Tangsel terhadap tujuh Tempat Pemakaman Umu meliputi biaya retibusi sebesar Rp 100 ribu – Rp250 ribu per tiga tahun.

 

Retribusi itu akan dikenakan saat mulai pemakaman. Jika pada awal pemakaman dikenakan Rp 100.000 – Rp 250.000, maka untuk perpanjang tahun ketiga dipungut biaya sebesar Rp 150 persen.

Biaya retribusi yang ada di Tangsel berbeda-beda sesuai dengan blok. Untuk Blok A sebesar Rp 250 ribu/petak/3 tahun,  untuk Blok B sebesar Rp 200 ribu/petak/3 tahun, Blokc C sebesar Rp 100 ribu/petak/3 tahun, dan Blok D sebesar 100 ribu/petak/3 tahun.

Dinas terkait pada tahun 2018 menargetkan perolehan retribusi pemakaman sebesar Rp 200 Juta dan tercatat pada Maret lalu sudah mampu memasukkan kas daerah Rp78.425.000 juta. (irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!