Sepakat Berdamai, Para Tokoh Minta Jaga Persaudaraan


Bentrok Ormas Rugikan Warga

Diterbitkan  Rabu, 12 / 09 / 2018 22:39 - Berita Ini Sudah :  199 Dilihat

SERPONG- Dua kubu massa dari Organasiasi Masyarakat (Ormas) bersitegang di depan Pamulang Square, kemarin lusa. Insiden nyaris bentrok kendati bisa diredam pihak terkait telah mengakibatkan kepanikan warga sekitar dan menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalan raya tersebut.

Menanggapi insiden keributan antar massa ormas hingga kepentingan publik terdampak, petinggi ormas menekankan tidak sepantasnya peristiwa demikian terjadi lagi di Kota Tangsel.

Juragan Muda Pengurus Pusat Fron Betawi Rembuk (FBR), Muhamad Azis, mengingatkan semua pihak semestinya harus mengutamakan rasa persaudaraan dalam setiap menyelesaikan persoalan.

“Sebagai umat muslim, umat beragama. Yang harus kita utamakan kita harusnya rasa persaudaraan, dan kami di FBR juga akan terus menekankan prinsip ini kepada seluruh teman-teman FBR,” ujar Anggota DPRD Kota Tangsel ini.

Ditaya soal kasus keributan yang terjadi beberapa hari lalu itu, Aziz mengaku sampai sekarag belum mendapatkan informasi valid. “Saya belum dapat informasi valid, yang pasti itu sepertinya hanya kesalahpahaman saja,” ungkapnya.

Dia juga meminta kepada semua Ormas yang ada agar jangan sampai kedepannya masalah pribadi dibawa-bawa ke organsiasi. Bahkan sampai menimbulkan keributan antar kelompok atau organisasi.

“Saya selalu ingatkan, kalau masalah pribadi itu jangan dibawa-bawa ke organsiasi, karena kalau sudah pecah bentroknya, semua pihak dirugikan, bahkan masyarakat yang tidak tahu apa-apa pun bisa dirugikan. Jadi kami juga meminta kepada aparat, jika memang ditemukan adanya oknum yang menjadi penyebab provokasi keributan itu lebih baik ditindak saja sesuai dengan aturan hukum yang ada, kkarena menurut saya masyarakat Tangsel pasti ingin menjaga kota ini dengan baik,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan salah satu tokoh Pemuda Pancasila (PP) Kota Tangsel, Abdul Rahman. Menurutnya, setiap ormas yang ada lebih baik mengutamakan persaudaraan dan cara damai untuk menyelesaikan permaslahan atau gesekan antar kelompok.

“Kita tidak ingin kedepannya terjadi lagi, karena biar bagaimana pun kita semua ini saudara. Harusnya kita lebih megutamakan cara kekeluargaan jika memang ada masalah antar kelompok agar tidak menimbulkan kerugian lebih luas,” ungkapnya.

Dia juga mengapresiasi kedua kelompok ormas tersebut, yang pasca keributan langsung dengan cepat menyelesaikan cara damai. “Saya apresiasi juga teman-teman kita yang langsung berdamai. Semoga cara-cara damai seperti ini tetap terjaga kedepannya, demi menjaga kota tercinta ini,” ujarnya.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tangsel, H Sadri menyampaikan, alangkah baiknya dua kubu massa ormas perlu berdamai dengan duduk bersama secara kekeluargaan. Hal ini ditempuh untuk mewujudkan Kota Tangsel aman, damai dan tentram. Keduanya pun diminta supaya dapat saling menahan diri.

“Kedua belah pihak harus menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena semuanya akan rugi jika sampai ada bentrokan,” sarannya.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, pun mengapresiasi kepolisan dari Polres Tangsel yang berintdak cepat ketika sudah mulai ada keributan. Sehingga, tidak terjadi bentrokan yang besar.

“Pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Tangsel, karena ketika ada keributan mereka langung terjun dan melerai kedua belah pihak. Bahkan langsung melakukan mediasi antar kelompok. Dan apresiasi juga kami berikan kepada dua pemimpin ormas yang langsung rukun dan damai setelah terjadinya keributan, dan saya yakin ini semua hanya karena kesalahpahaman saja,” paparnya.

Bang Ben juga berharap, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya. Setiap kelompok atau organisasi yang ada diharapkan lebih mengutamakan jalan damai jika ada perseilihan. “Kami juga sangat menyayangkan adanya keributan kemarin, dan yang paling penting kedepannya kita semua harus bersama-sama membuat kota kita ini lebih aman dan tentram, dengan cara lebih mengutamakan jalan damai jika ada peselisihan antar kelompok atau organsiasi,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!