Dindikbud dan PGRI Salurkan Bantuan Gempa

Diterbitkan  Jumat, 14 / 09 / 2018 21:46 - Berita Ini Sudah :  187 Dilihat

CIPUTAT– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tangerang Selatan menggelar even sosial. Keduanya bekerjasama menyumbangkan bantuan korban gempa Lombok. Bantuan ini bukti dari persaudaraan sesama sebangsa dan setanah air dalam meringankan beban diderita masyarakat terkena musibah.

Humas Dindikbud Tangsel Ade Heri, menyampaikan, bantuan dihimpun dari para guru yang ada di Kota Tangsel serta PGRI. Bantuan berupa makanan pokok, beras, minyak dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Bantuan berupa uang tunai diberikan kepada salah satu pegawai Dindikbud yang keluarganya terkena dampak.

“Bantuan langsung disalurkan ke salah satu pegawai Dindikbud yang berada di Dusun Benjor, Desa Tratak, Lombok Tengah,” katanya.

Besaran uang yang terkumpul mencapai Rp 104 juta lebih. Angka tersebut hanya sebagian saja yang disampaikan melalui Dindikbud, tetapi sesungguhnya dari sekolah swasta dan beberapa sekolah negeri sudah menyampaikan secara langsung bantuan langsung.

“Rata-rata yang mengalami bencana adalah para peserta didik dan keluarga guru, bahkan ketika kita kunjungi ada anak-anak yang saat ini tidur di daerah pemakaman. Oleh karena itu Dindikbud Tangsel dan PGRI tergerak untuk memberikan bantuan,” sambung ia.

Sejak (13-15/9) sedikitnya ada delapan orang pegawai Dindikbud serta PGRI Tangsel dan kepala sekolah pergi ke Lombok langsung menyerahkan bantuan. Mereka melihat langsung kondisi yang ada di sana seperti apa dan memprihatinkan hingga mengundang naluri untuk membantu sesama.

Kepala Dindikbud Tangsel Taryono mengatakan, bahwa penyampaian bantuan peduli bencana Lombok, sebagian sudah disampaikan lewat posko di pusat pemerintahan Tangsel. Sebagian disalurkan secara langsung ke masyarakat yang ada di sana.

“Sebagian langsung sampaikan, karena ada staf kami yang keluarganya kena dampak bencana. Kegiatan ini sebagai upaya terus membangun karakter peserta didik, khususnya solidaritas dan empati kepada penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita,” tuturnya.

Selain batuan berupa materil bantuan moril berupa doa dan dukungan semangat harus terus digaungkan supaya masyarakat terdampak gempa tidak traumatik serta segera selesai dari cobaan ini. Mereka adalah saudara-saudara yang harus mendapatkan perhatian serius.

“Mari sama-sama doakan saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa semoga cepat selesai dan bisa memulai kehidupan yang baru setelah gempa. Dan tidak ada lagi gempa terjadi agar masyarakat hidup nyaman dan tenang,” pesannya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!