Orang Tua dan Guru Ash Shidigiyyah Bacakan Surat Yasin dan Tahlil


Tanah Sekolah Buat Tol Serpong-Cinere Masalah

Diterbitkan  Jumat, 14 / 09 / 2018 21:47 - Berita Ini Sudah :  214 Dilihat

UNJUK RASA: Sejumlah orang tua murid dan Guru dan Karyawan Yaysan Pendidikan Islam terpadu Ashhhiddiqiyyah mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Cinere Serpong Jaya (CSJ) Ciputat, Jumat (14/9). Dalam aksi unjuk rasa tersebut mereka menuntut untuk dibayarnya tanak sekolah oleh pihak Ciner Serpong Jaya untuk proses pembangun proyek toll.

CIPUTAT. Proses pembangunan Tol Cinere-Serpong sedang terganjal masalah. Apa masalahnya? Jumat (14/09) sore, ratusan Orang tua dan Guru Ash Shidiqiyyah Ciputat unjukrasa ke kantor kontraktor pembangunan tol tersebut. Yasin dan Tahlil pun turut dibacakan para pengunjukrasa.

Dengan mengusung tuntutan “Segera bayar tanah sekolah Ash Shidiqiyyah Serua”, pengunjuk rasa menggeruduk Kantor PT Cinere Serpong Jaya (CSJ) di Jln RE Martadinata Ciputat, Kota Tangsel. Di kantor ini, spanduk dibentangkan. Spanduk bertuliskan “Sekolah Tahfidz Ash Shidiqiyyah, 2 Tahun Kami Sudah Menunggu, Jika Semua Sudah Selesai, Mengapa Tidak Juga Dibayar” terpampang jelas.

Dikatakan Paisal Aripin selaku Korlap sekaligus Kepala Sekolah Ash Shidiqiyyah, Guru dan orang Tua murid Sekolah Ash Shidiqiyyah datang ke Kantor PT CSJ untuk meminta informasi kapan rencana pembayaran tanah yang sudah dijadikan Tol Cinere Serpong.

“Sebenarnya kami bukan aksi unjuk rasa, tetapi hanya mendoakan bersama agar pintu hati para Manajer PT. CSJ mau membayarkan tanah kami,” ujarnya.

Paisal mengaku mendapat informasi manajemen PT CSJ secara administrasi keuangan sekolah Ash Shidiqiyyah sudah siap dibayarkan. Namun masih ada satu kelengkapan yang masih kurang yaitu Surat Rekomendasi dari Pemkot Tangsel yang ditandatangani oleh Walikota Tangsel.

“Surat rekomendasi tersebut sangat penting, karena jika belum ada maka PT CSJ belum bisa membayarkanya kepada sekolah Ash Shidiqiyyah,” ujarnya.

Di tengah aksi. Pengunjukrasa hanya membaca Surat Yasin dan Tahlil. Kantor PT CSJ terdengar lantunan surat yasin dari para pengunjukrasa. Selanjutnya, pengunjukrasa meminta keterangan dari manajemen PT CSJ.

Setelah manajemen memberikan penjelasan, pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib. Namun demikian, pihaknya merencanakan hal lainnya lagi. Rencananya akan mendatangi Kantor Pemkot Tangsel untuk menanyakan Surat Rekomendasi tersebut.

Disebutkan tanah yang belum dibayarkan itu tanah Waqaf Sekolah Ash Shidiqiyyah sekitar 3.600 M dengan harga Ruislag Rp 4.5 Miliar. (dem)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!