Bawaslu tak Henti Endus Hilangnya Hak Pilih

Diterbitkan  Minggu, 16 / 09 / 2018 23:08 - Berita Ini Sudah :  150 Dilihat

SERPONG– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan telah melakuan perbaikan dan pencermatan terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT). Alhasil, DPT Hasil Perbaikan kini menjadi pegangan. Namun demikian, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel menyatakan akan terus melakukan pengawasan terhadap data pemilih tersebut.

Hingga sampai hari pencoblosan 14 April 2019 nanti, Bawaslu Kota Tangsel akan terus melakukan indentifikasi potensi hilangnya hak pilih masyarakat.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep, mengatakan, identifikasi tersebut untuk proses pemenuhan hak pilih kepada masyarakat sampai pada hari H pemungutan suara.

“DPT Hasil Perbaikan baru saja ditetapkan, tapi kami akan tetap melakukan identifikasi terhadap adanya potensi hak pilih masyraakat yang hilang,” ungkapnya.

Disebutkan Acep, beberapa cara dilakukan Bawaslu Kota Tangsel untuk mengidentifikasi potensi hilangnya hak pilih masyarakat Tangsel. Di antaranya dengan mendorong kepada pemerintah untuk terus melakukan percepatan perekaman KTP elektronik.

“Kami terus mendorong kepada pemerintah lewat dukcapil untuk terus melakukan percepatan perekaman KTP Elektronik untuk kepentingan pemilu 2019 dalam pemutakhiran data pemilih,” paparnya.

Bawaslu Tangsel akan mengidentifikasi jumlah Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) dan Panti Sosial di Tangsel, untuk mendapatkan informasi pemilih yang terkendala dalam pendataan.

Selain itu, pihaknya juga mengidentifikasi jumlah Rumah Sakit baik umum maupun swasta dan Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta, terutama rumah sakit besar untuk mendapatkan informasi awal terait proses pemenuhan hak pilih jelang pemungutan suara.

“Kami akan mencari data sedetail mungkin, agar tidak ada masyarakat Kota Tangsel yang kehilangan hak pilihnya pada pesta demokrasi lima tahu sekali ini. Tentunya jika ada temuan akan segera kami rekomendasikan ke KPU untuk didaftarkan sebagai pemilih khusus,” paparnya.

Sebelumnya, hasil pencermatan KPU Kota Tangsel, ditemukan sebanyak 5.814 pemilih dinyatakan pemilih ganda. Dari 5814 itu dicermati ulang menjadi 3881 pemilih ganda.

Dari 3881 pemilih ganda tersebut, KPU Tangsel pun melakukan perbaikan, hingga harus menghapus sebanyak 1879. Dalam pleno itu pun tidak hanya menghapus pemilih ganda saja, tetapi juga ada pemilih tambahan sebanyak 149 pemilih tambahan, hasil perbaikan.

“Setelah kami lakukan pencermatan dan perbaikan selama 10 hari kerja ini, akhirnya kami plenokan jumlah DPT Hasil Perbaikan sebanyak 839.464. Sedangkan sebelumnya jumlah DPT yang kami tetapkan beberapa waktu lalu yaitu sebanyak 841.194. Jadi ada pengurangan jumlah pemilih setelah dilakukan perbaikan ini,” ujar Ketua KPU Kota Tangsel, Bambang Dwitoro. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!