Motto Religius Semakin Teguh

Diterbitkan  Minggu, 16 / 09 / 2018 23:09 - Berita Ini Sudah :  117 Dilihat

PAMULANG-Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) menjadi momen penting. Terlebih dalam seruan syiar Islam bagi semua level. MTQ terlaksana pada tingkat daerah hingga nasional. Juga turut melahirkan banyak Kori dan korian di berbagai pesantren dan kampus-kampus. Dalam konteks Tangsel, MTQ ini selaras dalam meneguhkan Motto Religius.

Oleh karenanya, diaplikasikan dalam program-program yakni seperti di pemerintahan baik vertikal atau Pemkot Tangsel. Progran-progran  tersebut, misalnya, oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tangsel telah dikolaborasikan dengan Pemkot melalui Dindikbud  Tangsel berupa menghafal Al Qur’an baik kerjasama dengan Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), Institut Imu Alquran (IIQ) Jakarta. Kedua, Kemenag ada program Mengaji Alquran dan Tahfidzul, baca tulis Alquran dan lembaga taman pendidikan. Alquran.

Kepala Kementerian Agama Kota Tangsel Abdul Rojak menyampaikan, MTQ ini selaras di program pemerintahan. Dengan MTQ, syiar Islam kemudian menumbuhkan masyarakat gemar membaca, memahami, menghafal Alquran. Selain itu, menjadi semengat hingga lebih tersosialisasikan.

“Sekarang di Tangsel tumbuh rumah-rumah Tahfidz Al Quran baik di lembaga pendidikan dan masyarakat. Meskipun tidak semua target ikut MTQ menjadi juara dan sebagainya, tapi mereka termotivasi,” katanya.

Sangat relevan dalam motto religius dalam perspektif ulama bisa membaca, memahami dan mengamalkan isi kandungan Alquran. Waktunya tidak terbatas. Jadi selama masyarakat muslim masih ada yang belum bisa membaca Alquran  dan menghafal, maka MTQ akan terus dilakukan.

Disebutkan Abdul Rojak, masyarakat Tangsel masih ada yang belum bisa membaca Alquran. Angkanya, belum disurvei. Pihaknya akan melakukan survei tahun 2019 melalui anggaran hibah Pemkot Tangsel oleh MTQ Tangsel.

“MTQ ini bukan sekedar rutinitas setahunan atau rutinitas, tapi ini ini langsung berdampak. Melalui MTQ ini mayarakat tentang pentingnya cinta pada Alquran. Maka cinta itu mengamalkan, mendalami, dan selalu rindu terhadap Alquran.  Tidak sia-sia ada hikmah pelajaran dan bekas untuk mayarakat Tangsel setiap kegiatan MTQ diadakan,” tambah ia.

Sekretaris Umum Yayasan IIQ KH Rasyud Syakir berpendapat, jalan meneguhkan motto Tangsel perlu digarap seluruh lapisan masyarakat serta OPD yang ada di Tangsel. MTQ salah satu upaya pembangit semangat masyarakat terhadap kalam Ilahi, berisi firman-firman Allah SWT yang tidak akan bosan ketika dibaca.

Sepanjang hari, membaca Alquran jiwa ini akan menjadi ringan, hidup akan menjadi lapangan. Karena Alquran pentunjuk bagi manusia. Jadi  meski ribuan kali khatam Alquran semakin terus merasakan ketentraman. Setiap kali membaca al Quran, rasa dalam hati selalu berbeda-beda dan itulah rahasia Allah SWT untuk orang-orang yang beriman. Maka mari kita terus amalkan Alquran. Semakin mentadaburi isi kandungan Alquran semakin mengandung makna dalam hidup di dunia ini.

Rasyud pernah menyampaikan, sumber daya manusia pada masing-masing OPD perlu berupaya masuk dalam bingkai Alquran. Maknanya, Alquran menjadi panutan dalam kehidupan baik saat menjadi pejabat di kantor dan masyarakat di lingkungan dengan harapan mampu memilah mana yang baik dan buruk. Jadi selain program Tangsel Menghafal bagi siswa siswi, perlu juga para pajabat ada semacam kajian khusus Alquran. Sifanya mengamalkan kandungan untuk di lingkungan kerja, keluarga dan sosial. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!