Tuan Rumah Usung Slogan “Pamulang Bisa, Pamulang Juara!”


MTQ IX Mulai Digelar Hari Ini

Diterbitkan  Minggu, 16 / 09 / 2018 23:09 - Berita Ini Sudah :  102 Dilihat

PAMULANG– Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Tangerang Selatan IX mulai digelar. Persiapan sudah matang dari hari sebelumnya. Tuan rumah, Kecamatan Pamulang pun ingin menunjukkan hal terbaik pada ajang yang dimulai hari ini. Juara dua kali berturut-turut menjadikannya harus menunjukan totalitas. Sebagai tuan rumah, selain fokus pada suksesnya acara fokus juga mempertahankan juara ketiga kalinya.

Meski persiapan MTQ Tangsel IX terbilang cukup singkat, karena hanya hitungan kurang dari dua bulan selepas pemberangkatan haji selesai, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tangsel langsung mengebut. Berbagai pertemuan rapat dilangsungkan untuk menyukseskan MTQ.

Sepenuhnya keputusan ada di tangan LPTQ Tangsel sebagai pemegang wewenang penuh. Namun semua itu dapat dibuktikan dengan sungguh-sungguh, MTQ hari ini akan dibuka dengan sempurna dan meriah. Hal ini komitmen panitia MTQ Tangsel dan panitia lokal Kecamatan Pamulang.

Lebih dari 12 ribu peserta pawai taaruf bakal memadati Jalan Siliwangi pada pagi hingga siang ini. Dengan berjarak 2 kilometer Villa Dago hingga Panggung Kehormatan sebrang kantor Kecamatan. Peserta itu  terdiri dari masing-masing kecamatan membawa 1500 orang. Totalnya ada 10500 peserta di tambah lagi siswa-siswi, total sekitar 1000 dari tujuh kecamatan.

Para rumpun Asda Satu Bidang Pemerintahan, rumpun Asda Dua Bidang Pembangunan Ekonomi dan rumpun Ada Tiga Bidang Sosial Masyarakat masing-masing menyertakan peserta pawai. Mereka jalan bagian depan, selanjutnya peserta kecamatan diawali Kecamatan Ciputat, Ciputat Timur dan terakhir Kecamatan Pamulang.

“Pasti sebagai tuan rumah berupaya keras menunjukan kesuksesan acara, meriah, menarik dan berkesan. Selogan ‘Pamulang bisa, Pamulang juara’ menjadi semangat kami mensukseskan MTQ yang kesembilan ini,” katanya ketika dihubungi.

Ada perbedaan pawai taaruf tahun ini dengan tahun sebelumnya. Kebijakan meniadakan mobil hias, guna mengefektifkan arus lalu lintas, di samping itu ondel-ondel, reog, gambang kromong dan delman tetap ditampilkan. Tuan rumah, menampilkan keunikan yang ditunjukan seperti tahun ini, belum pernah ditampilkan sebelum-sebelumnya yaitu delman dihadirkan sebanyak empat buah. Ada juga pengantin betawi satu pasang, ondel-ondel, gambang kromong, petani angrek.

“Kecamatan Pamulang selaku tuan rumah berbeda, sekaligus mengedepankan tim Pokjanal DBD,  baik supervisor dan koordinator dan anggota Kecamatan Pamulang sekitar dua ratus peserta. IPSI, Karate, KONI akan ditampilkan,” tambah Mantan Camat Ciputat yang pernah juara umum MTQ tingkat Tangsel saat itu.

Pawai taaruf turut dinilai, biasanya panitia memeberikan nilai tinggi pada kelompok yang memiliki keunikan, ragam budaya, banyaknya masa, kerapihan dan lain-lain. tahun lalu Pawai Taaruf dimenengkan tuan rumah Kecamatan Serpong. Tahun ini Tuan rumah Pamulang sudah mempersiapkan merebut juara termasuk juara MTQ umum atau reguler serta MTQ Pelajar. Jadi ada tiga juara yang harus diraih sekali kegiatan ini oleh Pamulang.

Pawai taruf ini segala komponen berkenaan dengan antisipasi baik kemacetan, dan pertolongan kemanusian dikerahkan sepenuhnya. Pengalihan arus lalu lintas telah disosialisasikan jauh-jauh hari, berbagai spanduk terpasang di titik-titik strategis sampai pada jejaring sosial turut dikerahkan.

Pawai taaruf dibuka pada 07.45 WIB hingga 12.00 WIB, namun berdasarkan perkiraan pihak Dinas Perhubungan Kota Tangsel, jalan kembali lengang setelah pukul 10.00 WIB  lewat. Pawai diprediksi hanya memakan waktu dua jam.

Pengumuman kepada pengguna jalan dimulai pada pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB artinya, sudah ada upaya rekayasa lalu lintas. Kabid, Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tangsel, H Ika menjelaskan, “Kami menyiapkan sekitar seratus personel untuk berjaga-jaga di sepanjang jalan Siliwangi dan titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan. Dari observasi lapangan beberapa hari ini kami menemukan kepastikan tidak akan ada kepadatan terlalu tajam, meski ada kepadatan namun kendaraan akan tetap bergerak,” kata H Ika.

Ada titik-titik yang ditengarai bakal jadi problem pertama bundaran Pamulang depan Unpam. Kedua penyempitan jalan di pintu air Situ Jutuh Muara. Bundaran Pamulang ini menjadi titik sentra utama, aksesnya banyak arah baik yang mau kearah Vila Pamulang, Ciputat dan Jakarta Jalan Pajajaran, atau yang mengarah ke Pondok Cabe Jalan Dr Setia Budi dan Bojongsari Depok melalui akses semua melintasi bundaran.

“Pasti dapat terurai petugas siap mengatur lalu lintas baik yang mengarah ke Setu dan Pamulang dua meski di Pintu Air ada penyempitan petugas mengalihkan jalur ke arah kiri, Perumahan Witana Harja sampai ke Vila Pamulang parakan,” tambah ia.

Demikian juga di jalan DR Setia Budi, mengarah ke perempatan Gaplek, dipastikan tidak ada antrian panjang, meski di sepanjang jalan ini ada dua jembatan yang tengah dibongkar dan peninggian badan jalan. Jarak lokasi dengan bunderan terpaut jauh sehingga ekor antrian tidak akan sampai ke bundaran Pamulang. sebelum tiba dipenyempitan jalan, pengendara sudah berbelok lebih dahulu diarahkan petugas di lapangan.

“Secara otomatis, pengendara dari arah Pamulang dua menuju Ciputat akan lancar meski pada sisi sebelah utara sepanjang jalan dipenuhi peserta pawai taaruf. Jalan Siliwangi terbilang cukup lebar jika dibagi menjadi dua jalur sisi sebelah selatan masih bisa dilalui pengendara,” imbuhnya.

Jajaran Puskemas wilayah kecamatan Pamulang, menyiapkan posko kesehatan per 200 meter. Ini mengantisipasi peserta pawai pingsan. Totalnya ada 5 titik posko kesehatan dari star awal di Villa Dago hingga panggung kehormatan.

Ketua LPTQ Kecamatan Pamulang, Syarif Hidayat menyebutkan seperti biasa, Walikota, Wakil, Sekda Tangsel, dan Kapolres, dan berbagai pihak akan hadir di panggung kehormatan dalam menyambut pawai taaruf. (din)

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!