Pemkot Revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah


3 Kecamatan Jadi Jalur Evakuasi Nuklir

Diterbitkan  Selasa, 25 / 09 / 2018 23:12 - Berita Ini Sudah :  241 Dilihat

 

FASILITAS NUKLIR INDONESIA: Inti nuklir di dalam kolam reaktor riset nuklir di reaktor serba guna G.A. Siwabessy milik Badan Tenaga Atom (BATAN), Puspiptek, Setu, Selasa (25/9). Kawasan Nuklir Serpong merupakan kawasan pusat Litbangyasa iptek nuklir yang dibangun dengan tujuan untuk mendukung usaha pengembangan industri nuklir dan persiapan pembangunan serta pengoperasian PLTN di Indonesia.

SETU-Bagaimana jika terjadi kebocoran reaktor nuklir di Puspiptek? 17 jalur evakuasi dengan radius 5 kilometer disiapkan. Jalur itu membelah kawasan Alam Sutera hingga Pamulang.

Kemarin, jalur evakuasi masa kedaruratan itu disosialisasikan kepada sekitar 200 warga dari perwakilan sejumlah kelurahan di Kota Tangsel, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Tangerang.

Bertempat di Puspiptek, Kecamatan Setu, Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) memandang perlunya sosialisasi soal teknologi reaktor nuklir dan pemanfaatannya kepada masyarakat.

Batan juga memaparkan kerjasama jalur evakuasi masa kedaruratan dengan Kota Tangsel. Ketujuh belas jalur evakuasi dengan radius 5 kilometer itu meliputi kawasan Serpong dan Serpong Utara yakni, Jalan Alam Sutera Boulevard, Jalan Bhayangkara Raya, Jalan Jalur Sutera, Jalan Raya Puspiptek, Jalan Cisauk, Jalan Pahlawan Seribu, Jalan Raya Serpong, Jalan Lingkar CBD BSD serta Jalan Sodetan Muncul.

Sedangkan, kawasan Pamulang yakni, Jalan Dr Setiabudi, Jalan Parakan, Jalan Benda Raya, Jalan Pondok Cabe Raya, Jalan Siliwangi, dan Jalan Surya Kencana.

“Kami menganggap penting untuk memberikan sosialisasi tentang apa yang dilakukan Batan pada masyarakat sekitar, yaitu Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor. Tujuannya untuk memberikan informasi kepada masyarakat manfaat fasilitas Batan kepada Indonesia, dampak-dampak dan risiko yang mungkin terjadi, jika ada kedaruratan dan menunjukkan reaktor secara langsung kepada masyarakat sekitar,” kata Suryantoro, Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Batan.

Dia menambahkan, seluruh fasilitas di Batan, baik desain maupun operasional mengikuti SOP Kedaruratan, yang diawasi oleh Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) dan Badan Teknologi Atom Internasional alias IAEA.

Suryantoro mengatakan, di Indonesia nuklir tidak dimanfaatkan untuk senjata. “Teknologi nuklir mampu dimanfaatkan untuk berbagai bidang di antaranya pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan. Indonesia tidak mengembamgkan nuklir untuk senjata,” ujarnya.

Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir Batan, Yusi Eko Yulianto mengungkapkan, sejauh ini, belum pernah ada kesalahan dalam operasional dan diupayakan hal ini tetap terjaga sampai seterusnya.

Sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas melakukan penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan teknologi nuklir, Batan terus berupaya mendekatkan dirinya kepada masyarakat agar pemahaman masyarakat tentang teknologi nuklir tidak hanya dipandang sebagai hal yang negatif. Teknologi nuklir juga mampu dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Di usianya yang menginjak 60 tahun ini, melalui litbangnya, Batan telah menghasilkan produk di berbagai bidang yakni pertanian, industri, kesehatan, dan lingkungan.

Sementara, terkait jalur evakuasi ini, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel, Lisherni mengungkapkan, akan mengakomodir dalam pengajuan revisi Perda No.15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan tahun 2011-2031.

“Kita akan merevisi status Puspiptek dari kawasan teknologi menjadi kawasan strategis nasional, sehingga akan mampu mengakomodir keberadaan Batan. Juga akan membantu kami mempersiapkan jalur kedaruratan untuk masyarakat dan para pekerja dalam radius 5 km,” papar Lisherni.

Menurut Lisherni, sosialisasi harus dilakukan secara terus menerus, sehingga jika terjadi masa kedaruratan, maka tidak akan ada kepanikan dan tim penyelamat akan mudah mengakses daerah kejadian.

Dalam pertemuan itu, masyarakat juga diajak untuk melihat langsung reaktor yang berada di Puspiptek. Sejumlah warga pun dipandu oleh ahli yang menjelaskan fungsi dan kegunaan reaktor serta komponen-kompenen di dalamnya.(irm)

 

Jalur Evakuasi Radius 5 Km

-Serpong dan Serpong Utara:

Jalan Alam Sutera Boulevard, Jalan Bhayangkara Raya, Jalan Jalur Sutera, Jalan Raya Puspiptek, Jalan Cisauk, Jalan Pahlawan Seribu, Jalan Raya Serpong, Jalan Lingkar CBD BSD serta Jalan Sodetan Muncul.

-Pamulang:

Jalan Dr Setiabudi, Jalan Parakan, Jalan Benda Raya, Jalan Pondok Cabe Raya, Jalan Siliwangi, dan Jalan Surya Kencana.

 

 

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!