Raperda Disabilitas Sudah Diusulkan

Diterbitkan  Selasa, 25 / 09 / 2018 21:40 - Berita Ini Sudah :  245 Dilihat

SERPONG- Regulasi khusus penyandang disabilitas telah diusulkan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel mengusulkannya melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemajuan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kota Tangsel.

Raperda tersebut menjadi Raperda inisiatif DPRD Kota Tangsel dan telah diusulkan dalam rapat paripurna kemarin. Seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kota Tangsel pun menerima usulan untuk selanjutnya bakal dilakukan pembahasan.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bampeperda) Kota Tangsel, Ledy MP Butar Butar mengatakan, bahwa pengusulan Raperda itu dipercepat. Alasannya, seluruh kajian materi hukum terkait Raperda itu dianggap sudah selesai. Sehingga sudah layak untuk diusulkan menjadi Raperda insiatif DPRD Kita Tangsel.

Dia juga mengatakan, sampai saat ini banyak warga Tangsel penyandang disabilitas yang belum terpenuhi haknya secara utuh. Sehingga, Raperda itu dianggap sangat penting untuk segera dibahas dan disahkan.

“Naskah Akadmiknya sudah siap, jadi kami tidak ingin menunggu lama lagi. Dan langsung kami usulkan menjadi Raperda insiatif DPRD Kota Tangsel. Kami ingin seluruh warga Tangsel yang menyandang disabilitas terpenuhi hak-haknya,” ujarnya.

Ada beberapa poin yang menjadi tujuan utama disusunnya Raperda tersebut. Di antaranya untuk menghilangkan diskriminasi bagi penyandang disabilitas di Kota Tangsel, menjamin perlindungan hukum, dan pelayanan yang setara dan seimbang bagi penyandang disabilitas di Kota Tangsel.

Sedangkan untuk landasan hukum terbentuknya Raperda tersebut ialah Undang-Undang Nomor 19 tahun 2011 tentang pemenuhan hak penyandang disabilitas.

“Undang-undang di atasnya saja sudah lama dibentuk. Makanya kami ingin percepat Raperdanya. Agar Tangsel memiliki regulasi khusus yang mengatur segala hal penyandang disabilitas,” paparnya.

Anggota DPRD Kota Tangsel lainnya, Syihabuddin Hasyim, mengatakan, hak-hak penyandang disabilitas nantinya yang akan masuk dalam Raperda tersebut, seperti fasilitas umum, hak hukum serta lapangan pekerjaan.

“Misalnya setiap perusahaan yang ada di Kota Tangsel, harus membuka kuota sekian persen bagi penyandang disabilitas. Poin ini yang akan kami masukan untuk menghindari adanya diskriminatif di bidang lapangan pekerjaan,” paparnya.

Dia juga berharap nantinya dalam proses pembahasan Raperda tidak ada hambatan. Sebelum tutup tahun 2018, Raperda tersebut sudah disahkan dan bisa direalisasikan pada 2019 nanti.

“Kita berdoa saja tidak ada halangan apa pun, agar ini segera bisa disahkan. Dan segera bisa dipakai dan diundangkan, agar seluruh masyarakat Tangsel yang menyandag disabilitas mendapatkan hak-haknya secara penuh,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!