Bagikan 5.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat Kota Tangsel


Wahidin Puji Jokowi

Diterbitkan  Rabu, 26 / 09 / 2018 22:38 - Berita Ini Sudah :  318 Dilihat

 

PENYERAHAN SERTIFIKAT TANAH UNTUK RAKYAT: Presiden Joko Wido (kiri) bersalaman dengan masyarakat penerima sertifikat tanah gratis pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Serpong, Rabu (26/9). Badan Pertanahan Nasional (BPN) membagikan 10.000 sertifikat tanah gratis untuk masyarakat Tangerang Selatan dan Masyarakat Kabupaten Tangerang dan akan membagikan 400ribu sertifikat tanah gratis untuk masyarakat Banten hingga tahun 2023.

SERPONG-Ribuan warga berebut untuk bisa bersalaman dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Usai membagikan sertifikat tanah di ICE BSD, kemarin, Jokowi langsung diburu puluhan orang.

Mereka berdesakan. Dengan sabar, Jokowi menyalami warga satu per satu yang didominasi kaum laki-laki itu. Ada juga yang terlihat memotret mantan walikota Solo tersebut dengan kamera handphone.

Gubernur Banten, Wahidin Halim yang hadir di acara tersebut pun memuji Jokowi. Menurut pria akrab disapa WH itu, Jokowi sangat menyatu dengan rakyat. “Pak Presiden mau menyalami seluruh rakyat,” terangnya.

Terkait pembagian sertifikat tanah itu, WH menilai program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dicanangkan Jokowi sangatlah bagus. “Dulu begitu sulit masyarakat mengurus sertifikat. Sekarang tidak lagi,” terangnya.

Dalam penyerahan sertifikat itu presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, dan Bupati Tangerang Zaki Iskandar.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menjelaskan, sebanyak 5.000 warga Tangsel yang menerima sertifikat ini merupakan warga yang sudah mendaftar pada program PTSL yang diselenggarakan sejak 2017.

“Jumlah warga yang akan menerima sertifikat program PTSL ini akan terus bertambah dan penyerahan sertipikat akan terus secara berkesinambungan akan segera diberikan kepada warga yang mendaftar untuk mengikuti program PTSL,”ungkapnya.

Airin berharap semua warga di Tangsel yang belum memiliki sertifikat agar segera mendaftarkan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui panitia PTSL yang sudah dibentuk di tiap kelurahan dan juga kepada para ketua RT dan RW juga diharapkan peran aktifnya untjk membantu warganya yang ingin mensertifikatkan tanahnya.

Pemkot Tangsel sangat mendukung program PTSL ini dengan mensinergikan kegiatan yang dapat mendukung program PTSL. Bahkan Pemkot memberikan kebijakan pengurangan pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi warga yang tidak mampu sebesar 75%, namun dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ATR / BPN RI bahwa BPHTB dapat terhutang dulu dan bagi warga yang tidak mampu kemudian memiliki hutang BPHTB, maka di sertipikatnya akan dicap “Memiliki Hutang BPHTB”.

Lima ribu warga Tangsel yang menerima sertipikat terdiri dari 4 kecamatan. Untuk Kecamatan Pamulang terdiri dari Kelurahan Benda Baru sebanyak 250 buku sertifikat,  Kelurahan Pondok Benda s100 buku, Kelurahan Pondok Cabe Ilir 600 sertifikat, Kelurahan Kedaung sebanyak 700, Kelurahan Bambu Apus ada 250, Kelurahan Pamulang Barat sebanyak 300 dengan total yang diberikan sebanyak 2.200 sertifikat tanah.

Untuk Kecamatan Serpong Utara sebanyak 500 sertifikat untuk dua Kelurahan yakni Kelurahan Lengkong Karya dan Kelurahan Pondok Jagung. “Sementara untuk Kecamatan Pondok Aren sebanyak 1.750 sertifikat dan Kecamatan Serpong untuk Kelurahan Lengkong Gudang Timur sebanyak 250 sertifikat,” jelas Airin.

Sementara, dalam sambutannya Jokowi mengatakan, pemerintah menargetkan pembagian sertifikat tanah di 2018 mencapai 7 juta. Setelah pada 2016 lalu, pembagian sertifikat tanah kepada rakyat menyentuh angkat 5 juta. “Tahun depan (ditargetkan) 9 juta,” katanya

Mantan gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, program pembagian sertifikat tanah gratis kepada warga dilakukan untuk menekan kasus sengketa lahan di Tanah Air. Selama ini, kata Jokowi, banyak sekali keluhan yang disampaikan warga kepadanya soal sengketa tanah antara warga dengan warga, maupun antara warga dengan perusahaan.

“Kalau sudah pegang ini (sertipikat tanah), mau apa, tidak ada yang mau berani. Ini tanah saya, ada sertipikatnya. Kalau tidak ada sertipikat, bisa disengkatakan,” tuturnya.

Jokowi berpesan untuk tidak menyalahgunakan surat tanda bukti pemegang hak atas tanah tersebut. Jokowi berharap, mereka menyimpan sertifikat di tempat aman sehingga tidak mudah hilang dan rusak.

“Kalau pegang sertifikat tolong diberi plastik. Jadi kalau sudah diberi plastik, simpan baik-baik di lemari, jangan lupa difotokopi. Kalau yang asli, fotokopinya masih. Taruh di lemari berbeda, sehingga kalau hilang, ngurus ke kantor BPN mudah,” pesan Jokowi.(irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!