Zaki Ajak Airin Bangun Sarana Olahraga

Diterbitkan  Rabu, 26 / 09 / 2018 22:40 - Berita Ini Sudah :  264 Dilihat

BSD-Event olahraga bisa mendatangkan wisatawan asing dan lokal. Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar pun mengajak Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany untuk membangun sarana olahraga.

Hal itu diungkapkan Zaki saat menghadiri Press Confrence dan Chef de Missions Meeting Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten di salah satu hotel di kawasan BSD, Rabu (26/9).

Hadir dalam kesempatan itu Walikota Airin Rachmi Diany, Sekda Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid, ketua KONI Banten Rumiah serta para pengurus KONI kota dan kabupaten.

“Bu Airin mari bersama-sama kami untuk membangun sarana olahraga. Di Kota Tangsel memang lahan sudah sempit, sehingga sulit untuk membangun sarana seperti sport centre ataupun stadion,” ajak Zaki.

Zaki menilai, Kota Tangsel juga sudah memiliki sarana dan pra sarana olahraga bertaraf internasional. Salah satunya Lapangan Golf BSD. “Di BSD ini sering digelar event tingkat internasional. Sehingga mampu mendatangkan wisatawan mancanegara maupun lokal,” beber Zaki.

Zaki mengungkapkan, pembangunan sarana dan fasilitas olahraga jika dikelola dengan baik anggarannya, tentunya tak memakan biaya cukup besar. “Kami membangun Sport Centre Kelapa Dua itu tak sampai 1 triliun,” jelasnya.

Zaki menilai dengan lengkapnya venue-venue olahraga di daerah Banten ini, maka tak menutup kemungkinan akan menghasilkan atlet-atlet potensial dari kabupaten dan kota di Banten.

Prihatin Suporter Tewas

Ahmed Zaki Iskandar setuju keputusan PSSI menunda pelaksanaan Liga 1. Hal itu jika memang untuk menangani kasus suporter tewas.

Diketahui, pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirila tewas dikeroyok pendukung Persib menjelang pertandingan Persib vs Persija di area parkir gerbang biru, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (23/9) siang. Dia tewas dengan luka berat di bagian kepala.

Meregangnya nyawa Haringga mendapat perhatian khusus dari sejumlah pihak. Pemerintah dan BOPI memerintahkan agar PSSI menyetop liga selama dua pekan atau tanpa waktu yang ditentukan.

“Sepakat kok dengan pengentian tersebut. Suporter tidak boleh fanatik seperti itu. Apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang,” papar Zaki.

Mantan manajer Timnas ini menuturkan, penghentian kompetisi Liga 1 sementara juga bertujuan agar seluruh pihak dapat cooling down, sehingga aparat penegak hukum dapat melaksanakan tugasnya secara tuntas.

“Semuanya cooling down dulu. Biarkan aparat penegak hukum penyelesaikan tugasnya secara tuntas. Soalnya ini bukan perkara main-main,” ucapnya.

Ia juga prihatin atas kejadian tersebut, dan berharap agar hal itu menjadi kejadian terakhir di dunia sepakbola tanah air.

Dirinya menilai, olahraga memang menjadi ajang adu kekuatan dan strategi, namun tidak untuk mengadu fanatisme yang berlebihan.

“Kami prihatin, kita juga memohon kepada pihak terkait, seperti PSSI dan Kemenpora untuk bisa bersama-sama duduk meninjau ulang masalah
yang terjadi terutama di dunia sepakbola. Ini bukan hanya satu elemen fanatisme suporter sepakbola, tapi duduk bersama menentukan arah
industri sepakbola ke depan,” tuturnya.(cmb)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!