Warga Kantongi Surat Pelepasan Hak, Pemkot Konsultasi ke Kemendagri


Pembayaran Lahan Pasar Ciputat Tertunda

Diterbitkan  Kamis, 27 / 09 / 2018 23:16 - Berita Ini Sudah :  395 Dilihat

CIPUTAT-Lahan sudah diukur. Warga dari dua RT di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat menanti pembayaran. Namun Pemkot Tangsel masih mempelajari status tanah perluasan pasar tersebut.

Di 2019, Pasar Ciputat bakal direvitalisasi. Proses pembangunannya membutuhkan lahan tambahan. Warga sekitar yang bermukim di Blok Terminal, Sawo, dan Mushola pun kena gusur.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan  (DPKPP) Kota Tangsel, Teddy Meiyadi mengungkapkan, pembebasan lahan Pasar Ciputat harus mengikuti Undang-undang Pertanahan yaitu, meliputi perencanaan, sertifikasi serta pelaksanaan. Kesemuanya itu telah dilalui Pemkot, termasuk identifikasi kepemilikan lahan, misalnya satu kepala keluarga memiliki berapa puluh meter per segi.

“Sekarang sudah sampai tarap pengukuran, termasuk  telah memasang patok dan sudah dihitungoleh Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4D),”katanya.

Namun dalam proses tahapan pembebasan lahan itu masih terkendala soal status tanah, sehingga pembayaran sementara ditunda terlebih dahulu sampai betul-betul ada kejelasan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang tengah mempelajari sejarah asal muasal tanah itu.

“Persoalnya regulasi. Sebab sebelum ada Undang-undang Otonomi Daerah, desa menjual aset untuk membangun desa itu boleh. Kemudian lahir Undang-undang Otonomi Daerah melarang menjual aset daerah,” tambah Teddy.

Maka dari itulah TP4D belum dapat membayarkan status tanah yang sudah diukur. Keterlibatan TP4D di dalamnya ada Kejaksaaan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selain berkonsultasi kepada Kemendagri, Pemkot juga berkonsultasi ke lembaga lain yang terkait untuk memastikan status tanah.

“Di sini TP4D belum bisa membayarkan ini harus dipastikan dulu apakah tanah itu dulu tanah kas desa atau bukan. Kemendagri tengah mempelajari historis termasuk berkonsultasi ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” jelas ia.

Pasar Ciputat oleh pemkot Tangsel direncanakan bakal direvitalisasi menjadi icon Tangsel bersih dan tidak kumuh. Maka dari itu ada upaya pembebasan lahan. “Jika tidak ada keputusan itu akan terus, karena warganya merasa punya, digusur pun tidak bisa akhirnya kumuh. Sementara Pemkot ingin menjadikan icon Tangsel di Pasar Ciputat. Ini harus diputuskan berdasarkan historis yang sebenarnya data-datanya harus benar dan sesuai ketentuan,” terang Teddy.

Berdasarkan data yang dihimpun, tanah kavling yang terkena relokasi ada 133 bidang, terdiri dari RW 8 dan RW 9 di tiga blok yakni, Mushola, Terminal dan Sawo. Hampir semua warga sudah menempati lahan kavling puluhan tahun bahkan ada yang 50 tahun lamanya.

Ketua RW 08 Kelurahan Ciputat, Iwan Rosyadi yang membawahi tiga RT, yakni RT 1, 2 dan 3 menerangkan, hanya RT 1 dan RT2 yang terkena relokasi. Sedangkan, RT 3 Perumahan Kompas tidak terkena relokasi. Di dua RT ini setidaknya ada 100 bidang atau 91 surat dari total 133 bidang secara keseluruhan.

“Dari total keseluruhan pemilik mengantongi Surat Pelepasan Hak atau SPH yang dikeluarkan oleh Bupati Tangerang kala itu sekitar tahun 2004 silam sebelum ada pemekaran Kota Tangsel,” katanya.

SPH ini dikeluarkan bagi warga yang sudah lama tinggal di tanah kavling. Dari 133 bidang ini, dua di antaranya dikabarkan telah memiliki sertifikat. Satu di RW 08 dan satu lagi di RW 09.

“Pada dasarnya warga yang tinggal di tanah kavling sejak lama hendak pindah, berkaitan dengan kondisi lingkungan yang terbilang tidak layak alias kumuh.” Jelas Iwan Rosyadi. (din)

LAHAN DIBEBASKAN:

-Hanya warga di RT 1 dan RT 2 RW 08 yang terkena pembebasan meliputi Blok Terminal, Blok Sawo, dan Blok Mushola.

-Warga RT 3/08 Perumahan Kompas tak terkena relokasi.

-Di RT 1 dan 2 ada sekitar 100 bidang atau 91 SPH dari 133 bidang.

-Warga menempati lahan tersebut sejak 50 tahun silam.

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!