Diskusi HMJ Ilmu Al Quran AngkatTema “Ulama, KemaslahanUmatdanKemajuanBangsa”

Diterbitkan  Jumat, 28 / 09 / 2018 22:22 - Berita Ini Sudah :  4708 Dilihat

CIPUTAT-Ulamabegitupenting.Dalam arena pertarunganpolitik di negeriiniterlebihpasanganpilpressama-samamengangkatulamasebagaipendukung.BahkanJokowimerasaperlu “meminang” ulamasebagaicawapresnya.

Demikianpoin di antaraperbincangandalamdiskusiilmiahbertajuk “Ulama, KemaslahatanUmatdanKemajuanBangsa,” di Aula Rektorat UIN Sultan MaulanaHasanuddinSerang, padaKamis (27/9) yang di gagasolehHimpunanMahasiswaJurusan (HMJ) Ilmu Al Quran danTafsirbekerjasamadenganseluruhjurusanFakultasUshuluddin.

Duapembicarahadirdalamdiskusiitu di antaranyaDosenFakultasUshuluddin UIN Serang Muhammad Afif MA danWakilDekanAkademikdanKelembagaan Dr. Muhammad HudaeriM.Ag.

Muhammad Afif, menjelaskanjikaulamadanumaraadalahpasanganpemukamasyarakat yang utama. Apabilaadakerjasamaantaraulama-umaro  yangsalingmendukungdalampemerintahan, negaradiyakinisemakinmaju.”Karenakekuatan Indonesia adapadamayoritas, yaituumat Islam,” katanya.

Siapapundia, ulamaataubukansah-sahsajamemasukiduniapolitik.Terpentingtidakmelencengdaripeneguhanpersatuandankesatuan NKRI sesuaidenganUndang-UndangDasar 1945 danideologipancasilasebagai modal pemersatubangsa.

“Siapapunbisaasalsesuaidengan UU.Yang pentingitu, ukurannyacita-citabangsa.Iniparameternya.Apakahpasanganpilpresinisesuaicita-citabangsa yang kitalihatdalam UUD 45,” katanya.

Tapisekarang, ulamamenjadirebutanpolitikdanakhirnyadigunakan orang-orang tidakbertanggungjawabuntukmemecahbelahmasyarakatdewasaini.”Denganadanyaulamasebagaicawapres, bisamendidikpemerintahdanumat Islam bisabersikapjujurdanadil.Demikian yang diharapkan.Karenaitutugasnyaulama,” ujarnya.

Melihatkondisisaatinimakandiperlukanulama yang negarawan.Memahamihakikatbernegarasesuaidenganajaran agama Islam untukmemintalkeutuhan Indonesia yang begitumajemukdenganideologiPancasila.Denganulamaberwawasannegarawan, makakeadilandapatdiletakansebagaidasarkebersamaan.

“Yang punyamasaituulama, ulamabersatumakamasyarakatbangsa Indonesia iniakanbersatu.Begitusebaliknya.Makadiperlukanulama yang negarawan.Selamapolitisilebihbanyakdaripadanegarawan, Indonesia tidakakanmaju,” pungkasnya.

Sementara M Hudaerimenambahkanbahwamenjadipemimpin, dalamkonstitusiboleh-bolehsaja, ulamaataubukan.Duet antarakelompokIslamis-nasionalis, nasionalis-Islamis.Keduakelompokinisulitdipisahkan.”Jikaberdirisendiri, sayakiramasyarakatkitasulituntukmemilih,” katanya.

Indonesia tidakbisamenjadinegarasekuler, begitujuganegara agama. Pilihannyaselalumengambiljalantengah, yaituPancasila. “Mengajakulama, karenapolitisipahambetulbahwa yang punyasuara di akarmasyarakatadalahulamaitu.Dan agama tumbuh di masyarakat yang di pimpinulama,” tandasnya.

Doronganulamamasukgelanggangpolitikharusdidukungmasyarakatselagimemilikiintegritas, profesionalitasdanwacanakebangsaan yang luas.Masyarakatpastiakanmendukungpenuhuntukmemajukandankesejahteraanmasyarakat. “Ulamamempunyaiakarmasyarakat yang besar.Jikaulamamajusebagaicalonpejabatpolitik, silahkansaja.Kalaupunyakemampuan, kenapatidak?,” Tambahnya.

Salah seorangmahasiswa, WafamenyampaikanpertanyaanterkaitadanyapasanganJokowi-Ma’ruf Amin yang majusebagaicapres-cawaprespemilu 2019. DisampaikanHudaeribahwakeduanyamemberikanharapancerahbagibangsa Indonesia khusunyaSantrisertapokokekonomi Islam.

“MasuknyaKiaiMa’ruf Amin, memberiharapanbesarkepadakalangansantri. Dan akanmenurutsayaakanmengusungduakebijakan. Pertama, mengangkatpendidikantradisionalataupesantren agar lebihdirawatlagi.Kedua, masalahekonomiumat Islam sebagaiumun,” pungkasnya.

Usaiacaradiskusi, mahasiswa UIN Banten yang yangdiwakiliKetuaUmum HMJ Ilmu Al Quran danTafsir, Ade Ryad N turutmendoakantokohulamaterpilihmenjadipimpinanuntukbersatumembangun Indonesia  maju. Iajugamenyerukan agar menolakhoak yang dapatmemecahbelahbangsa. (rls/din).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!