Honorer Kecewa Kuota CPNS Hanya 3 Formasi

Diterbitkan  Jumat, 28 / 09 / 2018 22:22 - Berita Ini Sudah :  308 Dilihat

CIPUTAT-Para tenaga Kategori dua (K2) pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil tahun ini hanya bisa menelan kekecewaan. Penerimaan CPNS dibuka pada 26 September hingga 13 Oktober tersebut tidak secara khusus menyerap honorer untuk menjadi CPNS. Dari jumlah kuota Kota Tangerang Selatan sebanyak 118 formasi CPNS, tiga di antaranya diperuntukkan bagi  K2.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie memastikan pemerintah Kota Tangsel telah menyampaikan kepada pemerintah pusat soal K2. Pihaknya meminta agar K2 dapat diberikan kuota lebih besar. Namun lagi-lagi kewenangan ada di tangan pusat, sehingga  pasrah sesuai dengan pemberian.

“Sebenarnya kami mengharapkan lebih dari itu mengingat Tangsel sebagai daerah otonom baru masih membutuhkan banyak pegawai  dengan status PNS. Tapi karena ini adalah kebijakan pusat, mudah-mudahan tahun yang akan datang ditambah lagi formasi CPNS nya,” katanya.

Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Tangsel, Achmad Sofyan menyuarakan harapan agar kuota K2 diperbesar. K2 telah berkorban banyak untuk negara, mengabdikan diri puluhan tahun lamanya. Pemerintah berhutang budi pada K2 yang memberikan pelayanan kepada masyarakat selama ini.

“Saya atas nama FHI Kota Tangsel berharap sekali kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah khususnya Menpan RB harus lebih memprioritaskan para honorer K2 di setiap daerah termasuk di wilayah Kota Tangsel. Para Honorer yang umurnya tiga puluh lima tahun keatas sangat diharapkan sekali dan sudah waktunya diangkat menjadi PNS scara otomatis,” disampaikan oleh Sofyan.

K2 jangan sampai dijadikan isu politik, yang akhirnya merugikan K2 sementara mereka telah bekerja cukup lama penuh dedikasi. Terkantung-kantung bermimpi ingin menjadi PNS telah dirindukan sejak puluhan tahun silam awal mereka mengabdikan diri. Tentu ada harapan dan mimpi datang, semoga keajaiban untuk K2 diangkat menjadi PNS.

“Para honorer di seluruh Indonesia jangan dijadikan korban kepentingan para pejabat pusat. Honorer juga aparatur sipil negara sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan pelayanan masyarakat di dalam pemerintahan. Para pemangku jabatan khususnya di pemerintahan pusat untuk memprioritaskan,” harapnya.

Penghargaan paling tinggi bagi K2 tidak lain apabila diangkat menjadi PNS. Tentu apabila diabaikan, kekecewaan yang akan terus bermunculan. Pemerintah pusat yang pasti memiliki kebijakan dan solusi dalam persoalan ini.

“Kami hanyalah Pelayan masyarakat yang paling terdepan berhadapan langusung dengan masyarakat. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk bisa menghargai kami para honorer yang sudah lama mengabdi kepada negara,” tambahnya. (din).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!