Pemkot Lirik Kurikulum Lingkungan

Diterbitkan  Jumat, 28 / 09 / 2018 22:22 - Berita Ini Sudah :  346 Dilihat

CIPUTAT-Pemkot Kota Tangerang Selatan menjalin kerjasama Indonesian Education Promoting Foundation (IEPF). Selama ini. bentuk kerjasamanya berupa Kurikulum Pendidikan Lingkungan untuk seluruh Sekolah Dasar (SD). Selanjutnya, kurikulum tersebut akan duginakan pada SMP.

Ketua IEPF Yasunobu Kuboki, ketiga menghadiri “Seminar Tindak Lanjut Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Pendidikan Lingkungan” di Pemkot Tangsel, menyampaikan kurikulum lingkungan untuk siswa siswi perlu diterspkan. Bentuk konretnya saat ini tengah menyusun untuk kurikulum.”Di mana saat ini sedang proses pembuatan buku Pendidikan Lingkungan SMP,” katanya.

Sedikitnya 21 orang pembuat Buku Pendidikan Lingkungan. Di antaranya guru, dosen, pengawas melakukan perjalanan ke Jepang. Mereka mempelajari apa saja yang ada di Jepang dan disusun kedalam buku pembelajaran.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan ke Jepang. Sebab, pembelajaran di SD dan di SMP berbeda. Di SMP diajarkan mengenai entrepreneursip. Dari lingkungan siswa bisa menghasilkan keuntungan,” tamah Yasu.

Dalam pembuatan buku kurikulum pun bakal melibatkan siswa, tujuanya supaya lebih pas. Jika ada yang kurang pas dilakukan revisi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel Taryono menyampaikan, kegiatan ini bagian dari upaya kelanjutan para guru yang berkunjung ke Jepang. Mereka berkunjung ke Jepang belajar cara menyajikan Kurikulum Pendidikan Lingkungan.

“Ini tentu saja dalam rangka membangun pendidikan lebih baik baik ke depan. Harus banyak melibatkan pihak lain untuk berkolaborasi,” jelas Taryono.

Substansi dari masing-masing nanti diintegrasikan dalam kurikulum yang sesuai untuk membangun generasi cerdas berkarakter.

“Di SD sudah diterapkan, sekarang sedang tahap desiminasi. Ada 30 SD yang sedang melakukan desiminasi yang dikemas dalam Gerakan Sekolah Bersih Menyenangkan (GSBM) dan seluruh SD di Tangsel sudah mengimplementasikannya,” tambah ia.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, mengatakan bahwa seminar ini dilaksanakan dalam rangka tindak lanjut dari pelatihan penyusunan bahan ajar pendidikan lingkungan di Jepang.

Pada kegiatan ini peserta dapat berdiskusi langsung dengan para profesor dan meminta masukan yang dapat menunjang penyusunan buku pendidikan lingkungan SMP di Tangsel.

“Pendidikan dan ilmu adalah kunci dari segala-galanya. Jika kita ingin memiliki, lingkungan, daerah, wilayah dan negara yang maju, maka kuncinya ada pada bagaimana kita mampu menyelenggarakan pendidikan yang baik bagi semua orang. Kita bisa melihat, di negara maju, bidang yang menjadi prioritas adalah bidang pendidikan,” tukas Benyamin.

Kota Tangsel telah meletakkan pendidikan sebagai prioritas utama. Dari sisi anggaran  telah melebihi apa yang diperintahkan oleh undang-undang. Dari sisi kebijakan, program dan kegiatan, Pemkot telah, sedang dan akan terus berupaya untuk melakukan yang terbaik.

“Semoga melalui seminar ini, mekanisme penyelenggaraan pendidikan, khususnya di jenjang SMP akan semakin baik lagi. Harapan saya ke depan, akan semakin banyak program-program baik dari pemerintah pusat, propinsi maupun swasta yang akan dilaksanakan di kota Tangsel,” ia berharap. (din).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!