230 Bidang Lahan Masih Menunggu Penyelesaian


BPN Sebut Pembebasan Lahan Tol Sercin Capai 88 Persen

Diterbitkan  Senin, 01 / 10 / 2018 22:46 - Berita Ini Sudah :  339 Dilihat

SERPONG-Badan Pertanahan Nasional Kota Tangerang Selatan, mengakui masih terkendala sejumlah masalah, dalam penyelesaian proyek tol Serpong-Cinere (Sercin).

Tercatat, sejak awal pembebasan lahan tol sepanjang 10,14 KM di tahun 2015 lalu, realisasi pembebasan lahan tol tersebut, baru mencapai 88 persen atau seluas 1.887 bidang lahan dari 2.117 bidang yang akan dibebaskan.

“Saat ini realisasinya baru 88 persen. Dari 2.117 bidang yang akan dibebaskan, sudah 1.887 bidang tanah yang dibebaskan,” kata Hodidjah, sekertaris pelaksana pengadaan tanah proyek Tol Serpong-Cinere, Senin (1/10) di Kantor BPN Tangsel di BSD, Tangerang Selatan.

Pada pembebasan lahan proyek tol ini, pihaknya mengakui masih banyak menemui masalah sengketa kepemilikan lahan. Berupa bukti kepemilikan ganda pada bidang terdampak proyek.

“Kendalanya banyak bidang yang sengketa kepemilikan lahanya, jadi tumpang tindih kepemilikannya karena sama-sama memiliki bukti. Ada juga bidang yang kami tidak diketahui keberadaan pemiliknya, itu ada 20 bidang tidak tahu sekarang dimana pemiliknya,” ucap dia.

Untuk penyelesaian masalah ini, pihaknya mengaku sudah melakukan konsinyasi, terhadap lahan-lahan warga yang tidak diketahui keberadaan pemiliknya.

“Untuk yang tidak diketahui keberadaan pemilik lahan ini kami bayarkan konsinyasi ke Pengadilan Negeri. Sementara yang sengketa kami menunggu proses hukumnya. Karena kami tidak mau ini menjadi masalah dikemudian hari,” katanya.

Dari 12 persen sisa penyelesaian pengadaan lahan proyek tol Sercin ini, paling banyak terjadi di Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang dan Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat.

“Kalau rincian yang masih belum selesai ini ada di kelurahan Jombang 2 bidang, Serua 43 bidang, Serua Indah 19, Ciputat 10, Cipayung 9, Bambu Apus 33, Pamulang Barat 5, Pamulang Timur 5, dan paling banyak di Pondok Cabe Udik 88 bidang,” singkatnya.

88 Persen ini dari target realisasi bidang lahan terdampak sebanyak 2.117 atau sepanjang 10,14 KM.

Dia mengatakan, melambatnya masalah penyelesaian lahan selain karena persoalan sengketa lahan (tumpang tindih kepemilikan lahan) dan tidak diketahuinya keberadaan pemilik lahan. Juga karena keinginan warga untuk dibebaskan seluruh lahanya.

“Jadi ini fenomena yang memang banyak terjadi. Pemilik lahan inginnya seluruh tanah mereka dibayarkan, sementara kami bayarkan sesuai trase lahan warga yang terkena proyek saja,” katanya.

Misalnya, lanjut Hodidjah, warga memiliki lahan seluas 200 meter, namun sesuai trase hanya 150 meter saja yang terdampak tol.“Sisanya yang 50 meter ini warga minta dibayarkan sekaligus. Tentu kami tidak bisa mengabulkan itu, jadi mereka (warga) enggan menyerahkan dokumen administrasinya ke kami, yang seperti ini banyak dan menghambat kami, akhirnya kami konsinyasi saja melalui pengadilan negeri,” terangnya.

Saat ini lanjut dia, realisasi tol Serpong-Cinere baru 88 persen atau 1.887 bidang yang diselesaikan. Sementara sisanya, ada sekitar 230 bidang lahan yang masih menunggu penyelesaiannya. (irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!