Airin Buka Sosialisasi Standar Belanja Pemerintah

Diterbitkan  Kamis, 04 / 10 / 2018 21:21 - Berita Ini Sudah :  258 Dilihat

CIPUTAT-Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menggelar Sosialisasi Analisis Standar Belanja (ASB). Kegiatan tersebut dibuka oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, bertempat di Aula Puspemkot Tangsel, Kamis (4/10).

Kepala Bidang Anggaran pada BPKAD, Mohammad Ervin Ardani, menjelaskan, sosialisasi ini untuk mengetahui, melatih serta menyebar luasan mengenai gambaran umum standar belanja,dan kepwal TPP, standa belanja 2019, pengawasan serta pertanggungjawaban dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA).

“Kegiatan ini bertujuan untuk penyesuaian standarisasi yang digunakan untuk menganalisis kewajaran beban kerja atau biaya setiap program kegiatan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD),”ungkapnya.

Sosialisasi ini diikuti sebanyak 85 peserta. “Kita ingin dalam penyusunan RKA ini sesuai dengan aturan, dan ketentuan yang berlaku,”jelasnya.

Kepala BPKAD Tangsel, Warman Syahnudin, menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian persiapan APBD tahun 2019. Sebelumnya sudah dilakukan di bidang teknis terkait RKA, pedoman penyusunan APBD dan perubahannya.

“Sekarang kami sosialisasikan tentang Standar Satuan Harga yang sifatnya umum, terkait dengan barang dan jasa,” katanya.

Standar Satuan Harga sebagai pedoman untuk satuan harga, baik itu barang maupun  kagiatan untuk APBD 2019. Jadi APBD 2019 sudah disiapkan dalam rangka penyusunan RKA.

“Ada beberapa yang berubah karena harga yang ada di pasaran penyesuaian, apalagi dolar sedang naik, termsuk juga perjalanan dinas, satuan volume akomodasi, satuan volume makan minum dan kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Sosialisasi tersebut bertujuan agar para pegawai OPD dalam penyusuanan RKA menggunakan standar yang sudah di sosialisasikan. “Karena ini hal penting, diharapkan pelaksanaan ini bisa selesai dengan cepat dan pada Desember 2018 tinggal dilaporkan,” katanya.

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan OPD dalam rangka sosialisasi standar belanja. “Mereka bisa mengetahui dan memahami serta langsung bisa menyusun program kegiatan sesuai dengan standar belanja yang ada. Contohnya untuk honor, TPP, akomodasi, makan dan minum, serta lainnya,”ungkapnya.

Dirinya berharap, program kegiatan ini bisa efektif dan efisien. Jangan hanya outputnya saja tapi harus ada outcomenya juga.

“Dari time table yang sudah dibuat, saya bisa melihat secara detail apa saja program anggaran yang dibuat. Dalam setiap tahapan dilihat dan dibedah, saya bisa melihat langsung dengan detail berapa anggaran untuk makanan dan minuman,” jelasnya.

Jika tidak perlu makan minum, tidak perlu dibuat, dan jika rapatnya hanya satu jam atau dua jam dipilih apakah rapatnya menjelang makan siang, sehingga hanya perlu menyiapkan makan siang saja, tidak perlu makanan ringan, atau dipagi hanya menggunakan makanan ringan saja. “Inilah yang harus diperhatikan, kita harus bisa melihat dan menyusun sesuai dengan kebutuhan namun efisien,”singkatnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!