DPRD Apresiasi Cara Pemkot Perangi Narkoba

Diterbitkan  Kamis, 04 / 10 / 2018 22:12 - Berita Ini Sudah :  226 Dilihat

SERPONG– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melibatkan para siswa sebagai satuan tugas dalam memerangi penyalah gunaan narkoba. Cara melibatkan para siswa tersebut  diapresiasi Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangsel.

Perang terhadap narkoba memang perlu dilakukan semua unsur, sehingga bisa efektif. Apalagi Kota Tangsel ditenarai cukup rawan dalam peredaran narkoba, sehingga keterlibatan aktif para pelajar dinilai efektif guna menghindari narkoba sejak dini.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangsel, Made Laksmi Puparini, mengatakan, langkah tersebut sudah sangat baik. Tinggal bagaimana gerakan itu benar-benar jalan dengan konsisten, tidak hanya sekedar seremoni saja.

“Kami sangat mengapresiasi, semoga ini tidak hanya sekedar seremoni saja, tetapi konsisten terus berjalan selama-lamanya. Karena narkoba ini sangat berbahaya, kita lengah sedikit saja bisa menyerang rumah kita sendiri,” ungkapnya.

Laksmi juga mengatakan, dalam pelibatan pelajar ini tentunya sosialisasi dan pendidikan bahaya narkoba tidak cukup dilakukan hanya satu kali pertemuan saja. Namun harus terus menerus dilakukan.

“Karena jika pertemuan atau seminar pendidikan bahaya narkoba hanya seklia setahun, anak-anak kita nanti akan lupa lagi. Jadi harus sesring mungkin dilakukan,” ujarnya.

Dia juga berharap, agar seluruh masyarakat Kota Tangsel pun, benar-benar ikut berperan aktif dalam memerangi narkoba. “Jika kita melihat di lingkungan kita ada peredaran narkoba, langsung saja lapor ke polisi,” katanya.

Sebelumnya, Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BMI Kota Tangsel Roby Lembong menyampaikan, menunjang program pemerintah dalam memberantas narkoba, maka pihanya membentuk Bina Masyarakat Idaman (BMI) menuju Tangsel bebas narkoba 2022 mendatang. Program sosialisasi bakal digarap mulai awal Januari 2019 mendatang hingga 2022.

“Kami melihat jalur distribusi kepada pemakai itu ada di Tangsel. Maka kami bentuk tim BMI yang akan didistribusikan kepada masyarakat untuk sosialisasi melalui sekolah dan masyarakat secara umum. SDM sendiri telah dipersiapkan mendalami materi soal narkoba di mana sebagaian mereka telah mengikuti traning of trainer, sehingga siap untuk diterjunkan ke masyarakat,” katanya.

Dari 65 orang pengurus dari perwakilan kecamatan, BMI ini telah berdiri sejak 2015 silam. Sejak tiga tahun ini, turut serta membantu program BNN Kota Tangsel, terlebih sesuai dengan makna Manguni sebagai burung hantu selalu melihat terlebih dahulu sebelum menangkap mangsa. “Ini membuktikan komitmen dalam memberantas narkoba sangat kuat,” ujarnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!