Polres Tangsel Ungkap Kasus dari Pengembangan Peredaran Sabu


Jualan Heroin di Kos Mewah

Diterbitkan  Kamis, 04 / 10 / 2018 22:12 - Berita Ini Sudah :  264 Dilihat

SERPONG- Peredaran narkotika jenis heroin di Kota Tangerang Selatan diungkap polisi. Rupanya barang haram itu di antaranya dijual belikan pelaku dari sebuah kos-kosan mewah di Rawabuntu, Serpong. Dari pengungkapan peredaran heroin, polisi menangkap pelaku S (39) yang kedapatan memiliki 45,7 gram heroin.

Terungkapnya peredaran heroin merupakan bagian penindakan Satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polres Tangsel yang mengungkap 21 kasus peredaran narkotika berbagai jenis selama bulan September 2018. Dari 21 kasus tersebut polisi menyita barang bukti berupa 338 gram sabu, 143 gram ganja dan 45,7 gram heroin.

“Kasus ini merupakan pengungkapan selama September, dengan 21 kasus yang berhasil kami dan jumlah tersangka sebanyak 24 orang,” katanya Kasat Narkoba Polres Tangerang AKP Kresno Wisnu Putranto, Kamis (4/10). di Mapolres Tangsel.

Sedangkan terkait peredaran heroin, pihaknya menangkap S (39) yang kedapatan memiliki 45,7 gram heroin senilai Rp 137 juta. Paket heroin yang diamankan sudah dikemas berbentuk empat buah kapsul.

Kasus heroin ini bisa dibilang merupakan pertama kalinya diungkap Polres Tangsel dari hasil pengembangan peredaran sabu di kos-kosan mewah di Rawabuntu, Serpong.

“Heroin ini yang pertama sejak Polres Tangsel berdiri, pelaku berinisial S ini kami amankan berdasarkan pengembangan sebelumnya, dari peredaran sabu di kos-kosan mewah,” terang Wisnu.

Ia menduga adanya pengedaran heroin di wilayah Tangsel, karena ada pengguna lama yang ingin mengonsumsi kembali barang haram itu.

“Mungkin ini adalah pengguna-pengguna lama yang ingin mencari lagi. Karena satu gram sabu dibanding heroin ini jauh sekali, hampir dua kali lipatnya. Sabu satu gram dijual 1,5 juta, kalau heroin satu gram 3,5 juta,” paparnya.

Tersangka pun kini dijerat pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2, pasal 111 ayat 2 dan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup dan hukuman mati

Sebelumnya, Sat Res Narkoba Polres Tangsel pada bulan lalu diketahui menangkap 12 pengedar narkotika di 9 lokasi berbeda. Umumnya diamankan saat hendak mengedarkan di wilayah perumahan, kos-kosan dan kontrakan di Ciputat, Serpong dan Pamulang.

Wakapolres Tangerang Selatan Kompol Arman, pada pertengahan bulan lalu memastikan,

masih melakukan pengembangan atas peredaran narkotika. “Semua pengedar, bukan dalam satu jaringan. Saat ini masih kami kembangkan,” ujarnya saat itu.

Disebutkan pihaknya, para pelaku berusia rata-rata 20 tahun yang mengedarkan ganja dan sabu ke rekan-rekan dan merupakan penghuni kos-kosan dan di perumahan.

“Kami mewaspadai rumah kontrakan dan kos-kosan, yang kerap dijadikan transaksi narkotika.” katanya. (irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!