10 Relawan Bawa Kantong Mayat ke Sulteng

Diterbitkan  Jumat, 05 / 10 / 2018 22:59 - Berita Ini Sudah :  288 Dilihat

LEPAS RELAWAN BERANGKAT KE PALU: Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany terlihat berbincang dengan tim relawan yang akan berangkat ke Palu di Balaikota Tangerang Selatan, Maruga, Ciputat, Jumat (5/10). Tim relawan yang terdiri dari Palang Merah Indonesia kota Tangesel serta BPDB kota Tangsel akan berangkat ke palu untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Dongala.

CIPUTAT-Sekitar 10 relawan dari Kota Tangsel diterbangkan ke Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka dilepas Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany di Balaikota, Ciputat, kemarin.

Ke-10 relawan itu terdiri dari masing-masing lima relawan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangsel. Para relawan ini akan berangkat, pagi ini dengan menggunakan pesawat komersil.

Walikota Airin Rachmi Diany berpesan kepada para relawan agar menjaga diri baik-baik, karena di Sulteng mereka akan bergabung dengan relawan lainnya untuk membantu korban gempa dan tsunami.

“Relawan ini sudah terlatih, dan mereka akan bergabung dengan PMI Pusat maupun dengan Pemerintah Kota Palu. Di sana, relawan Tangsel akan melaporkan kondisi di Kota Palu seperti apa dan yang sangat dibutuhkan apa,” ujarnya.

Para relawan akan bertugas di Sulteng hingga lima hari ke depan. Tetapi, kemungkinan akan bertahan lama sesuai dengan laporan relawan Tangsel di sana.

“Saya juga mendapat kabar jika anggota Satpol PP sudah tiba di Sulteng lebih dulu. Kalau mereka kemungkinan lima hari dulu, tergantung laporan mereka seperti apa. Apakah mereka masih dibutuhkan, jika masih dibutuhkan, maka akan tetap di sana dan bisa saja menambah personel,” tuturnya.

Sekertaris PMI Kota Tangsel, Adji Eka Warman mengatakan, masih ada waktu untuk mempersiapkan peralatan yang akan dibawa ke Palu-Donggala, Sulteng.

“Ada 40 kantong mayat serta obat obatan yang akan dibawa. Untuk pemberangkatan masih dalam pembicaraan, apakah berkumpul di Bandara atau di BPBD Tangsel,” katanya.

 

 

Satpol PP ke Donggala Lebih Awal

Anggota Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah beberapa hari tiba di lokasi gempa dan tsunami di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Banyak cerita yang mereka alami dalam menjalankan misi kemanusiaan di Palu dan Donggala tersebut.

Kesepuluh anggota Satpol PP sudah seminggu berada di daerah tersebut. Awalnya mereka bertolak terbang menaiki pesawat komersil dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang menuju Makkasar.

“Semoga ini menjadi momentum kami merasakan banyak rasa dan bisa membantu sudara-sudara kami yang membutuhkan di sini,” kata koordinator relawan dari Satpol PP Kota Tangsel, Badawi.

Mereka lantas melanjutkan perjalanan bersama relawan lainnya terbang menumpang pesawat Hercules menuju Palu. Relawan menuju lokasi evakuasi di Perumnas Balaroa, wilayah perbatasan Palu dan Donggala.

Kondisi daerah tersebut sangat memprihatinkan. “Di sini banyak warga yang hilang dan tidak bisa ditemukan. Tapi sudah diikhlaskan oleh keluarganya,” ungkap Badawi.

Selama berada di lokasi terdampak bencana ada banyak kegiatan kemanusiaan yang dilakukan relawan Satpol PP Kota Tangsel. Di antaranya, membantu di tenda-tenda pengungsian, mencari dan mengevakuasi warga korban gempa, mobil-mobil yang kondisinya terbalik atau tersangkut ke atas bangunan dan beragam aksi sosial lainnya.

“Yang penting ada kemauan, kesadaran, dan keinginan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Palu dan Donggala,” ujar Roni, personel Satpol PP Kota Tangsel.(irm)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!