Polres Bekuk Mantan Pejabat Dinas Pendidikan


Rp 300 Juta untuk Jadi PNS

Diterbitkan  Jumat, 05 / 10 / 2018 22:59 - Berita Ini Sudah :  954 Dilihat

SERPONG-Waspadalah! Penipu dengan modus bisa meloloskan seseorang menjadi PNS bergentayangan di Kota Tangsel. Korban terbaru dialami Dupi Damayanti.

Wanita asal Pamulang ini berniat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkot Tangsel. Dia pun berkenalan dengan Ade Supriyanta alias Ade Bewok (37) dan Syahar Harahap (57).

Kedua orang ini menjanjikan bisa meloloskan cita-cita Dupi. Namun dengan syarat, harus menyerahkan sejumlah uang. Kedua pelaku dan korban akhirnya sepakat dengan angka Rp 300 juta sebagai alat mempermulus jadi PNS.

Korban menyerahkan Rp 300 juta secara bertahap. Namun setelah ditunggu sekian lama, PNS yang dijanjikan tak kunjung diterima Dupi. Sadar telah tertipu, korban pun melaporkan kejadian ini ke Mapolres Tangsel.

“Saya sudah setor ratusan juta ke kedua pelaku yang memang saling kenal itu. Tapi hingga kini saya tak juga menjadi PNS,” terang Dupi Damayanti.

Polisi akhirnya mengamankan AS dan HS.  Satu orang di antaranya merupakan pensiunan pejabat di Dinas Pendidikan Kota Tangsel.

“Korban telah menyetorkan uang ratusan juta secara bertahap ke pelaku sebagai kompensasi bisa diloloskan jadi PNS,” ungkap Kasat Reskrim Polres Tangsel, Ajun Komisaris Alexander Yurikho .

Kronologisnya tersangka  pertama yakni Ade mengaku bisa membantu korban untuk diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemkot pada Dinas Lingkungan Hidup karena Tersangka Ade mengenal Tersangka SH.

Korban percaya dengan ucapan Ade,  selanjutnya menyerahkan uang Rp 200 juta secara bertahap, yang pertama secara tunai sebesar Rp 100 juta. pada 20 Januari 2015, setelah itu pembayaran yang kedua Rp 100 juta pada 5 Februari 2015.

Setelah itu Ade menjanjikan terbit SK (Surat Keputusan) pengangkatan sebagai PNS di lingkungan Pemerintahan Kota Tangerang Selatan Dinas Lingkungan Hidup dan bisa bekerja,

Namun pada kenyataannya ketika korban menagih janji terlapor sampai dengan saat ini belum ada realisasinya. Kemudian Korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Satuan Reskrim Polres Tangerang Selatan

 

Menurutnya, dari tangan kedua tersangka polisi mengamankan lima lembar kwitansi pembayaran uang pelicin yang disetorkan oleh korbannya.

Alexander mengingatkan kepada masyarakat bahwa tidak ada proses penerimaan CPNS dengan tolak ukur diterima atau tidaknya menjadi PNS dengan sejumlah uang. Jalani proses yang sudah banyak menggunakan sistem elektronik

“Jangan percaya jika ada pihak yang manawarkan bisa menjadikan PNS melalui jalur diluar formal dengan mengharuskan memberikan sejumlah uang,” pesannya.

Atas perbuayannya, lanjut Alexander, kedua tersangka dijerat melanggar KUHP Pidana Pasal 372 dan atau 378 tentang Penggelapan dan Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.(irm)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!