Kemarau Panjang, Waspadai Kebakaran

Diterbitkan  Minggu, 07 / 10 / 2018 23:20 - Berita Ini Sudah :  188 Dilihat

SERPONG UTARA-Musim kemarau memicu terjadinya kebakaran. Suhu panas membuat api mudah menyala dan berkobar. Pemkot Tangsel mengimbau masyarakat tetap waspada.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tangsel, Uci Sanusi menjelaskan, agar tidak terjadi kebakaran, maka harus menghindari potensi atau penyebab kebakaran. Potensi kebakaran salah satu yang kerap ditemui penggunaan barang elektronik tidak berhati-hati.

“Misalnya jangan mengisi baterai handphone pada saat tidur, bisa saja daya baterai sudah penuh sementara aliran listrik tetap masuk. Akibatnya handphone akan panas, ini sangat berbahaya,” pesannya.

Uci menambahkan, hal lain yang kerap dilakukan sehari-hari, sebaliknya jangan menggunakan tarikan daya satu aliran, tapi penggunannya banyak. Misalnya ada televisi, kulkas, atau setrika dan lain-lain. Sebaiknya daya tarikan besar seperti televisi, setrika atau untuk computer dipisahkan.

Dia menambahkan, cara lainnya yakni, jangan biasakan saat rumah dalam kondisi kosong ditinggal pergi saat aliran listrik masih ada. Misalnya kabel televisi kendati sudah dimatikan pada tombol, masih ada aliran listrik yang masih tersambung. Maka sebaiknya kabel dicabut. Demikian mesin air dan mesin cuci harap dicabut dari aliran listrik.

“Biasakan hal-hal yang demikian dilakukan pada saat hendak bepergian. Jika hal-hal kecil dilakukan, maka dengan sendirinya akan terbiasa. Hal lain jika terjadi kebakaran lakukan langkah awal, misalnya menggunakan karung atau kain tebal seperti handuk yang sudah dibasahkan lalu letakkan di tempat yang memunculkan api,” terangnya.

Hendaknya apabila percikan api telah mengeluarkan asap atau api yag menjalar, harap jangan langsung disiram air atau menggunakan karung basah. Sebaiknya ambil kayu kering di kabel yang berpotensi menyebakan kebakaran.

Kabid Pencegahan DPKP Kota Tangsel, Toni Kusdianto menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, dalam mencegah potensi kebakaran, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta pelajar. Dengan sosialisasi dipastikan sedikit banyak membantu masyarakat mengurangi potensi kebakaran.

Selain itu dengan adanya sosialisasi, masyarakat dapat melakukan upaya pertama bagaimana yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran. “Hal-hal seperti itu akan masuk dengan sendirinya bagi masyarakat yang sudah dibekali dengan penyuluhan kebakaran,” jelasnya. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!