Aktivis Sekolah Anti Korupsi Geruduk Gedung DPRD


Aksi Teatrikal Sindir Dewan Ngontrak

Diterbitkan  Senin, 08 / 10 / 2018 23:26 - Berita Ini Sudah :  285 Dilihat

SEKOLAH ANTI KORUPSI GERUDUK GEDUNG DPRD TANGSEL: Sekelompok massa dari Sekolah Anti Korupsi Tangerang dan Ikatan Alumni Sekolah Anti Korupsi melakukan aksi terkait proyek pembangunan gedung DPRD Kota Tangerang Selatan yang mangkrak di depan gedung IFA, Serpong, Senin (8/10). Mereka mempertanyakan proyek pembangunan gedung DPR kota Tangerang Selatan yang menghabiskan dana sekitar Rp. 200,9 Milyar tersebut belum rampung, yang semestinya sudah selesai di akhir tahun 2017.

SERPONG-Dua pemuda tidur di jalanan. Pakaiannya compang-camping. Keduanya diikat tali berwarna kuning dengan mulut tertutup masker. Poster ‘Gedung Mangkrak, Dewan Ngontrak’, tak lepas dari genggaman.

Kedua pemuda itu sedang menggelar aksi teatrikal di depan Gedung Ifa, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, tempat DPRD Kota Tangsel ngontrak selama ini. Pemuda yang satu mengenakan kaos oblong putih. Kumal dan robek di sana-sini. Satunya lagi, mengenakan kain sarung.

Mereka tertidur di aspal, lalu merayap seraya diikat tali. Sesekali salah satu di antara pemuda itu mengangkat poster dan memperlihatkannya kepada orang di sekitarnya.

Aksi teatrikal itu dipersembahkan Sekolah Anti Korupsi Tangerang untuk wilayah Kota Tangsel. Siang itu, belasan aktivis sekolah tersebut menyuarakan aspirasinya terkait mangkraknya gedung dewan di Kecamatan Setu.

Selain teatrikal, mereka juga bernyanyi dan membaca puisi.  “Sudah tiga tahun dewan masih ngontrak, sedangkan anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan gedung dewan itu sampai 200 miliar rupiah. Rakyat Tangsel malu sampai saat ini para wakil rakykatnya masih ngontrak,” ungkap salah satu orator aksi.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi damai tersebut, Aan mengatakan, mereka juga menyerahkan beberapa data terkait besaran anggaran yang dikeluarkan tidak sesuai dengan apa yang telah dikerjakan dalam pembangunan gedung dewan.

Tidak hanya itu saja, para aktivis itu pun memberikan tuntutan kepada para wakil rakyat terkait pembangunan gedung dewan, yaitu mendesak agar pimpinan DPRD Tangsel untuk menolak dianggarkannya kembali penyelesaian gedung DPRD Kota Tangsel di APBD 2019.

Selain itu, mengelaurkan meminta kepada DPRD Kota Tangsel untuk mengeluarkan rekomendasi agar mengevaluasi pejabat dinas terkait, yang dinilai tidak bisa menjalankan tugasnya.

“Kami Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memilih lagi anggota DPRD Kota Tangsel yang saat ini menjabat, jika dalam kinerjanya tidak ada bukti konkret,” tegas Aan.

Para aktivis dari Sekolah Anti Korupsi ini juga akan melaporkan semua data dan kajiannya terkait mangkraknya gedung dewan ke pihak hukum. “Kami menilai adanya dugaan korupsi di sini, sehingga akan kami laporkan,” paparnya.

Ketua DPRD Kota Tangsel, Moch Ramlie saat menerima kedatangan para pendemo itu mengatakan, bahwa DPRD Kota Tangsel sebenarnya sudah sangat ingin menempati gedung baru tersebut.

“Segala upaya pengawasan sudah kami lakukan agar tahun ini bnar-benar selesai dan bisa ditempati. Karena kami juga sudah bosan mengontrak terus seperti ini. dan aspirasi dari teman-teman aktivis ini tentunya masukan yang sangat bagus bagi kami, untuk terus menjalankan fungsi kontrol kami,” ujarnya.

Ramlie mengatakan, bahwa DPRD Kota Tangsel jgua sepakat untuk tidak lagi menganggarkan pembangunan gedung dewan di APBD 2019. “Untuk APBD 2019 kami juga tidak akan menganggarkan lagi, itu sudah jelas komitmen kami,” paparnya.

Sementara, Kepala Bidang Bangunan dan Perkantoran pada Dinas Bangunan dan Tata Ruang Kota Tangsel, Hendri Sumawijaya mengatakan, saat ini progres pembangunan gedung dewan sedang dalam proses finishing.

“Awal Desember nanti seluruhnya sudah selesai, kami dapat pastikan itu semua. Dan Paripurna HUT Tangsel nanti sudah bisa dipakai untuk Paripurna Istimewa,” ujarnya.

Disinggung soal data yang disampaikan para aktivis bahwa pembangunan gedung dewan tersebut sudah memakan anggaran Rp 200 miliar lebih, Hendri membantah hal tersebut. Dia mengatakan dari datanya yang terealisasi saat ini hanya Rp 146 miliar.

“Kita tidak tahu itu data dari mana, tapi data dan fakta yang ada itu anggaran yang terealisasi sebesar 146 miliar. dan akhir tahun ini semuanya selesai,” pungkasnya. (dra)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!