Pemkot Gagas Perpustakaan Digital

Diterbitkan  Senin, 08 / 10 / 2018 23:24 - Berita Ini Sudah :  228 Dilihat

PAMULANG-E-library atau perpustakaan digital tengah dirancang oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangsel. Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangsel 26 November nanti, dipastikan E-library dilaunching di tujuh kecamatan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel, Dadang Raharja menyampaikan, saat ini tengah menunggu surat perjanjian tentang E-library antara pihak ketiga PT Woolu Aksara Maya dengan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Jika materi MoU telah diteken walikota akan segera dilakukan soft launching secara bergantian di tujuh kecamatan.

“Kami masih menunggu penandatanganan MoU antara pihak ketiga dengan Ibu Walikota. Jika sudah, kami akan gelar di tujuh titik, baik di aula sekolah, gedung serba guna atau tempat yang lain. Tujuanya mengenalkan bahwa Tangsel memiliki perpustakaan digital yang dapat diakses masyarakat,” jelas Dadang.

Dengan penjelasan kepada masyarakat, baik kalangan pelajar, guru dan mahasiswa serta masyarakat umum, maka pengguna E-library tinggal mengkases dari rumah, sekolah atau lingkungan kampus. Tak perlu lagi datang ke perpustakaan, untuk peminjaman buku.

“Era sekarang sudah menjadi kebutuhan apapun itu serba digital. Maka pelayanan peminjaman di perpustakaan pun harus mengikuti yang dinamakan perpustakaan digital,” imbuhnya.

Saat ini perpustakaan memiliki 42 ribu koleksi buku. Tentu dengan hadirnya perpsutakaan digital koleksi dalam bentuk e-book akan terus bertambah. Pertambahan melalui beberapa tahap, tahap awal kisaran dua hingga tiga ribu buku dalam bentuk e-book yang dapat diakses oleh masyarakat. Pengguna bisa mencari referensi berbagai tema, baik hukum, sastra, bahasa, ekonomi, politik dan novel.

“Upaya ini bagian dari pengingkatan kunjungan kepada perpustakaan serta pelayanan perpustakaan kepada masyarakat, sebagaimana target daripada Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Tangsel,” papar Dadang.

Dapat dipastikan, melalui layanan digital akan lebih banyak pengunjung, utamanya para mahasiswa yang tengah mengikuti mata perkuliahan atau tugas akhir. Baik strata satu, dua hingga program doktoral. Mereka membutuhkan sumber referensi cukup banyak, dan Pemkot Tangsel menawarkan solusi dengan mudah.

Dirut PT Woolu Aksara Maya, Sulasmo menambahkan, proses pembentukan perpustakaan digital ini sudah berjalan beberapa bulan ini. “Di banyak negara maju, perpustakaan digital menjadi andalan. Kendati tidak menghilangkan koleksi jenis fisik. Koleksi fisik, tetap ada. Karena selera orang berbeda-beda, ada yang lebih suka baca buku melalui fisik langsung atau ada pula anak-anak era sekarang telah terbiasa membaca melalui digital,” jelasnya.

Dia menerangkan, ada banyak kelebihan menggunakan perpustakaan digital, meski koleksi dalam jumlah banyak tidak perlu tempat atau ruangan besar. Karena tidak ada fisiknya hanya tersimpan dalam memori digital.

“Itu salah satu kelebihan. Kelebihan lain, user atau peminjam tak perlu datang ke perpustakaan, sementara tempat tinggalnya dengan perpustakaan terlampau jauh, di sisi lain membutuhkan referens,” terangnya. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!