Jaga Kampanye Damai Pemilu 2019


Tokoh Masyarakat Berperan Cegah Hoax

Diterbitkan  Selasa, 09 / 10 / 2018 22:29 - Berita Ini Sudah :  263 Dilihat

SERPONG-Kampanye damai dan sejuk tak hanya jadi tanggung jawab parpol dan penyelenggara Pemilu. Tokoh masyarakat juga harus aktif untuk selalu menjaga kondusifitas.

Hal tersebut diungkapkan beberapa pengamat politik. Dimana menurut mereka sebagian masyarakat saat ini masih mendengarkan dan mencontoh tokoh-tokoh masyarakat yag menjadi panutan di lingkungan masing-masing.

Sehingga peran penting tokoh masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, dan lainnya ini sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan bahaya kampanye ujaran kebencian.

Pengamat politik dan akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, M Zaki Mubarak mengatakan, peran para tokoh dibutuhkan untuk meredam emosi masyarakat.

“Sebab para tokoh ini memiliki mekanisme sosial dan budaya untuk meredam konflik sosial yang terjadi di masyarakat bawah atau akar rumput. Terlebih lagi Pemilu saat ini begitu sensitif,” ujarnya.

Zaki juga mengatakan, selain itu, tidak seluruh persoalan aktivitas kampanye ujaran kebencian ini begitu saja selesai di ranah hukum, sebab saat ini norma sosial terkadang lebih dipercaaya dari pada proses penegakan hukum yang kerap dianggap tebang pilih.

“Selain itu, dalam kasus seperti kampanye dengan ujaran kebencian atau menyebarkan berita hoax ini tidak bisa sepenuhnya kepada proses hukum harus ada sosok atau tokoh yang hadir dalam memberikan dan menerangkan soal norma-norma sosial, dan akdang itu lebih didengarkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Akademisi lainnya dari Universitas Pamulang (Unpam) Suhendar mengatakan, dengan keterlibatan multi pihak seperti ini, maka pesan-pesan ujaran kebencian dan hoax, dapat bisa langsung dinetralisir dengan mudah serta ditolak oleh masyarakat.

“Kalau semua pihak sudah terlibat dalam menjaga Pemilu tetap damai, maka sekali pun tetap ada yang berkampanye dengan cara-cara kotor seperti masyarakat akan dengan mudah untuk menolak dan tidak begitu saja menerimanya,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, para tokoh masyarakat di Kota Tangsel juga mampu memberikan pendidikan politik, dengan mengajak seluruh masyarakat agar menolak politik uang serta tidak golput. (dra)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!