Bappeda Tangsel Gelar Forum Group Discussion Terkait Peningkatan Perekonomian


Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Diterbitkan  Rabu, 10 / 10 / 2018 21:18 - Berita Ini Sudah :  2277 Dilihat

SETU-Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tangsel, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait bidang ekonomi, social dan kemasyarakatan bertempat di Puspiptek, Rabu (10/10).

Kepala Bappeda Kota Tangsel, M Taher Rochmadi, menjelaskan, pembangunan kota yang baik tidak bias dipisahkan dari partisipasi masyarakat baik sejak dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian sampai kepada evaluasinya sehingga hasil pembangunan sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.

“Selama ini, dalam rangkaian forum Musrenbang, kita cenderung berfokus pada permasalahan fisik infrastruktur. Sementara permasalahan ekonomi, social dan kemasyarakatan masih belum cukup mendapatkan perhatian. Untuk itu FGD ini perlu ditingkatkan, sehingga kita akan tahu apa yang dibutuhkan masyarakat dalam peningkatan perekonomian mereka,”ungkapnya.

Taher menjelaskan, permasalahan ekonomi, social dan kemasyarakatan sering ditemukan baik mulai dari tingkatan individu,komunitas, maupun tingkat kota. “Angka kemiskinan kota sebesar 1,76 Persen, dan merupakan angka terendah secara nasional. Akan tetapi, tetap dibutuhkan usaha bersama antar pemangku kepentingan untuk mengeluarkan kelompok masyarakat tersebut dari bawah garis kemiskinan. Selain itu juga, permasalahan disparitas atau tingkat kesenjangan yang masih tinggi, serta masalah akses pelayanan kesehatan dan pendidikan yang masih perlu ditingkatkan di Tangsel,”jelasnya.

Untuk itu diperlukan upaya untuk menginventarisasi permasalahan-permasalahan ekonomi, social, dan kemasyarakatan beserta dengan alternatif social dan kemasyarakatan beserta dengan alternatif solusi yang tepat sasaran. Melalui FGD yang melibatkan beberapa unsur masyarakat diantaranya para koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), KOTAKU, kader posyandu, forum kota sehat, Tangsel Connection, karang taruna dan Ikatan pengusaha muslimah Indonesia (IPEMI). ”Hasil ini, akan dijadikan bahan usulan untuk dimasukkan dalam program perencanaan pembangunan,” tukasnya.

Kordinator Forum Wilayah Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Elvita Fitriani menilai pemkot Tangsel sudah sangat cukup memfasilitasi masyarakatnya. Maksudnya, semua kebutuhan warganya bisa diakomodir. Akan tetapi, persoalan utamanya. Masalah sumber daya manusia. Mau berubah atau tidak. ”Tangsel ini, programnya banyak sekali, semuanya membantu untuk memfasilitasi. Namun, penduduknya masih kurang optimal menangkap peluang dari pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, perlu kesadaran diri dan motivasi untuk merubahnya dari setiap individu. ”Jangan sampai penduduk aslinya, hanya mampu bekerja di level bawah saja dengan masa kerja yang pendek dan bayaran rendah,” ucapnya

”Ini harus dirubah, untuk bisa meningkatkan level taraf hidup ke atas. Tentunya, perlu pembinaan sumber daya manusia, dari sisi pendidikan dan keterampilan,” terangnya

Ia menjelaskan diskusi ini, akan membantu untuk melakukan kajian petagonal aset. Terdiri dari lima komponen yakni Sumber Daya Manusia (SDM), Seumber Daya Alam (SDA), finasial, aset fisik dan sosial. ”Dari disukusi tersebut akan muncul kebutuhannya, sehingga akan tepat sasaran,” singkatnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!