Oknum Gadungan BNN Diamankan Polisi


Minta Uang Hingga Rp 5 Juta

Diterbitkan  Kamis, 11 / 10 / 2018 21:37 - Berita Ini Sudah :  242 Dilihat

SERPONG-Seorang oknum gadungan Badan Narkotika Naisonal (BNN) dengan pangkat AKBP M. Rashid dibekuk Kelurahan Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang. Aksinya terbongkar setelah salah satu warga berhasil mengungkap indentitas pelaku.

Informasi yang dihimpun, aksi pelaku dengan bermodalkan surat perintah palsu penggeledahan dan penangkapan dengan nomor SP.KAP/28/IV/2018/SPRINDIK yang ditandatangani Kepala Deputi Pencegahan BNN RI Ali Djohardi Gioto.

Tersangka dibekuk setelah salah satu warga mencurigai tindakannya. Dalam screenshoot whatsapp yang diterima Tangselpos. Tertulis, ‘tadi saya dapat info dari kakaknya Dinda Kapeta, klo kakaknya yang tinggal di Pondok Cabe didatangi oknum BNN pusat berpangkat AKBP M. Rashid yang mengaku orang brantas. Warga sekitar dimintai uang ada yang Rp2 Juta- Rp5 Juta untuk biaya penangkapan.

Warga resah. Dan akhirnya dinda cerita dengan saya. Dan saya menghubungi Bang Pahala di berantas pusat, oleh si abang disuruh langsunbg ke pak Deputi, bapak Arman. Kemudian, pak Arman kontek ke Irwanto. Dan memonitor ke wa saya.

Beliau (Deputi-red) menyatakan tidak ada nama AKBP itu di berantas. Akhirnya dengan informasi A1. Saya sampaikan ke kakaknya dinda. Warga melapor ke Brimob dan Polsek Pamulang.

Oknum gadungan tersebut bukanlah anggota BNN melainkan bekas anak rehab dengan bermodalkan sprin penangkapan yang ditandatangani pak Deputi dan punya atribut lengkap BNN.

Kapolsek Pamulang Kompol Endang Sukmawijaya menyatakan hanya sempat diamankan saja, kasusnya sudah ditangani Polres. ”Sudah dilimpahkan ke Polres,” singkatnya .

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) pada BNN Kota Tangsel Sony Gunawan membenarkan adanya penangkapan oknum gadungan tersebut. ”Iya kasus dan tersangka sudah dilimpahkan ke Polres Tangsel,” ucapnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Tangsel AKP Ahmad Alexander Yurikho menyatakan belum bisa memberikan keterangan, sebab masih dilakukan penyidikan. ”Kami masih bekerja, belum bisa memberikan statement dulu,” tukasnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!