Bea Cukai dan Kejari Ungkap Grosir Rokok Ilegal

Diterbitkan  Rabu, 24 / 10 / 2018 22:45 - Berita Ini Sudah :  267 Dilihat

RILIS ROKO ILEGAL: Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan Bima Suprayoga di dampingi Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang Aris Sudaminto menunjukan barang bukti berupa bukungsan roko ilegal dala, rilis Peredaran Ruko Ilegal di Kantor Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Bintaro, rabu (24/10). Bea Cukai Kota Tangerang Selatan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti Roko ilegal yang merugikan negara sebasar Rp. 80 Juta.

PONDOK AREN– Kantor Bea Cukai Tangerang bersama Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan mengungkap kasus perseroan rokok ilegal. Diketahui ilegal lantara tidak memiliki pita cukai dan berpita cukai palsu. Dalam menungkap kasus, sebanyak 208.800 batang rokok dengan tiga merk disita.

Pengungkapan kasus dipaparkan di Kantor Kejari Tangsel, kemarin. Dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tangerang Aris Sudarminto dan Kepala Kejari Tangsel Bima Suprayoga.

Aris Sudarminto mengatakan, tim Bea Cukai pada 27 Agustus lalu saat melakukan patroli di wilayah hukum Tangsel berhasil menangkap salah satu pelaku yang juga akan menjadi grosir rokok ilegal di wilayah Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara.

Dalam kasus peredaran rokok ilegal yang terjadi di wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang mengakibatkan potensi kerugian Negara sebesar kurang lebih Rp 80 juta.

“Berdasarkan proses penelitian oleh Petugas Bea dan Cukai, dapat diduga bahwa yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana di bidang Cukai yaitu menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai Iainnya,” ujarnya.

Atas kasus itu, pelaku melanggar ketentuan di bidang Cukai sesuai pasal 54 dan/atau pasal 56 Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undangundang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dan diancam hukuman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Aris mengatakan, tersangka berinisial A mengaku dapat barang tersebut dari distributor di daerah Bogor. “Dan untuk yang di Bogor juga masih dalam pengembangan kami,” ujarnya.

Kasus tersebut kemudian dianjutkan dengan proses penyidikan oleh PPNS Bea Cukai Tangerang dengan menerbitkan Surat Perintah Tugas Penyidikan (SPTP) dan Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (PDP) ke Kejaksaan Negeri Tangsel.

“Kepada yang bersangkutan dinyatakan sebagai tersangka dan barang tegahan berupa rokok dan sarana pengangkut disita guna kepentingan pembuktian di Pengadilan,” ujarnya.

Aris juga mengatakan, mengingat target penerimaan Cukai khususnya Hasil tembakau pada tahun 2018 yang senilai Rp 148,23 Triliun. Maka Bea Cukai terus mengoptimalkan pengawasan terhadap Barang Kena Cukai tersebut, selain pelayanan di bidang Cukai tentunya.

Kajari Tangsel Bima Suprayoga, mengatakan, saat ini status berkas perkara telah dinyatakan lengkap oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan berdasarkan surat nomor B-2004/O.6.16/Fd.2/10/2018 tanggal 17 Oktober 2018.

“Sedangkan tersangka dan barang bukti diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan untuk mengikuti proses hukum lebih Ianjut. Hal tersebut menambah catatan kasus penindakan dan penyidikan yang terjadi di Wilayah pengawasan Bea Cukai Tangerang selama tahun berjalan,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, pengungkapan kasus tersebut juga agar menjadi perhatian bagi masyarakat bahwa perbuatan mengedarkan rokok ilegal juga dapat mengakibatkan risiko hukum sebagaimana diatur dalam Undang-undang Cukai.

“Tindakan sigap oleh Petugas Bea dan Cukai khususnya Petugas Bea Cukai Tangerang terhadap pelanggaran yang mewabah membuktikan keseriusan dan komitmen Bea Cukai dalam menegakan hukum di bidang Cukai serta pencapaian msi mulia DJBC yaitu menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan ilegal,” ungkapnya.

Diharapkan bersama dengan peran serta masyarakat yang sadar akan pentingnya mencegah peredaran barang ilegal dalam hal ini rokok, dapat membantu efektivitas kerja Bea Cukai hingga senantiasa mewujudkan Bea Cukai yang semakin baik. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!