Target Transaksi 4 Hari Rp 20 T, Gubernur: Dampak Positif Bagi Banten


Trade Expo 2018 Dimulai

Diterbitkan  Rabu, 24 / 10 / 2018 22:46 - Berita Ini Sudah :  245 Dilihat

 

TRADE EXPO: Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany bersama Walikota Tangerang Arief Wismansyah mengunjungi beberapa stand usai menghadiri acara Trade Expo Indonesia ke-33 di ICE BSD, Rabu (24/10).

TANGERANG- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka pameran dagang terbesar di Indonesia berskala dunia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2018, Rabu (24/10). Even bergengsi tersebut digelar di ICE BSD, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Gelaran selama empat hari dari 24 – 28 Oktober 2018 bertema ‘Creating Products for Global Opportunities’ itu, menurut keterangan resmi Kementerian Perdagangan, hingga 23 Oktober 2018 telah terdaftar sebanyak 8.313 tamu undangan yang hadir dari 124 negara.

Jokowi saat membuka even didampingi Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dan Gubernur Banten, Wahidin Halim. Selain itu, Bupati Tangerang Zaki Iskandar dan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany juga hadir. Sedangkan dimulainya TEI 2018, ditandai pemukulan gendang.

“Dengan mengucap Bismillahirrohmaanirrohim, saya buka Trade Expo Indonesia 2018 yang ke-33,” ujar Jokowi.

Seusai membuka even, Jokowi didampingi menteri serta geburnur berkeliling ke seluruh hall yang menjadi tempat pameran perdagangan skala internasional itu.

Jokowi juga sempat memberikan keterangan pers kepada awak media. Dikatakannya, ekspo tersebut bersifat positif sekali bagi pertumbuhan perdagangan nasional di mata internasional.

Jokowi menjelaskan, saat ini neraca perdagngan harus diperbaiki dengan cara ekspor. Aktivitas ekspor harus lebih besar dari impor dan ini terus harus dilakukan secara berkala.

“Kita memiliki masalah urusan neraca perdagangan dan transaksi berjalan, neraca perdagangan harus diperbaiki dengan cara ekspor harus lebih besar dari import, tetapi kita saat ini masih besar import daripada ekspor. Diharapkan setiap bulan neraca perdagangan mengalami kenaikan dan tetap bisa tumbuh dibandingkan dengan tahun 2017. Dengan adanya eskpo inilah kita upayakan ekspor kita bisa lebih meningkat lagi,” ujarnya.

Jokowi juga meminta kepada pengusaha lokal agar terus berinovasi, seperti pengemasan produk dan juga menjaga kualitas produk agar berdampak para peningkatan ekspor.

“Kita harus perbarui terus packaging dalam setiap produk dan diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam setiap produk. Apabila kita tidak ingin tertinggal, maka kita harus cepat dapat berubah dalam produksi ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Enggartiasto Lukita mengatakan, dirinya yakin Indonesia telah siap menjadi mitra penyedia produk-produk berkualitas bagi pelaku usaha dunia di kancah global.

“Tujuan penyelenggaraan TEI adalah untuk meningkatkan ekspor Indonesia di kancah perdagangan internasional,” ujarnya.

Enggar menyebut, nilai transaksi dalam acara ini ditargetkan sebesar US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 20 triliun atau meningkat dari penyelenggaraan di tahun lalu nilai transaksi TEI mencapai US$ 1,4 miliar.

Enggar melanjutkan, TEI ke-33 tahun 2018 juga menjadi acara besar yang tidak menggunakan anggaran dari APBN. “Ini untuk kedua kalinya penyelenggaraan TEI tanpa APBN,” ujarnya.

Gubernur Banten Wahidim Halim, mengaku sangat bersyukur Provinsi Banten menjadi tempat pameran skala internasional tersebut. Bahkan menurutnya hal ini menjadi daya tarik sendiri bagi Banten.

“Pertama tingkat wisata menjadi mneingkat, tentunya ini memberi dampak positif Bagi Banten secara ekonomi,” ungkapnya.

Lanjutnya dengan adanya ekspo tersebut, Wahidin juga melihat bahwa Banten juga akan terus mendorong produk-produk lokal Banten mampu menembus pasar-pasar internasional. “Pemerintah daerah juga akan terus berupaya, merangkul dan juga mendampingi para pelaku usaha lokal agar produk-produk khas Banten tembus pasar Internasional,” pungkasnya singkat. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!