Melihat Produk Sapu Upcycle di Trade Expo Indonesia 2018


Tas dari Ban Bekas Sukses Tembus Pasar Eropa

Diterbitkan  Kamis, 25 / 10 / 2018 23:09 - Berita Ini Sudah :  228 Dilihat

Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 resmi dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di ICE BSD pada Rabu (24/10). Berbagai produk khas nusantara dipamerkan di ajang bertaraf internasional ini. Salah satunya, kerajinan merek Sapu Upcycle.

IDRAL MAHDI-Serpong

Tas-tas cantik berjejer. Bentuknya kekinian. Seorang pengunjung terlihat sibuk mengamati deretan tas berwarna hitam tersebut. Pengunjung lainnya berbincang-bincang dengan penjaga stand. Mereka tertarik membeli.

Terletak di Hall 3A, ICE BSD, perajin asal Kota Salatiga, Jawa Tengah memamerkan tas, aksesoris, gelang, dan dompet tersebut. Barang-barang itu bermerek ‘Sapu Upcycle’.

Yang menarik dari produk ini ialah semuanya terbuat dari barang bekas yang didaur ulang. Terutama dari ban dalam kendaraan roda dua dan empat. Ada juga bahan bekas dari tenda.

Sapu Upcycle rupanya sudah menembus pasar Eropa. Transaksi ratusan juta rupiah selalu didapatkan dalam setiap kali pengiriman barang.

Sindhu Prasastyo, pendiri  Sapu Upcycle mengatakan, bahwa tujuannya ikut pameran tersebut ialah untuk lebih memperluas lagi pasar luar negeri dari Sapu Upcycle.

“Sekarang ini kita baru tembus beberapa negara saja di Eropa, dan kita berharap dalam ajang ini lebih banyak lagi pembeli dari negara-negara lain. Karena memang produk kami sejak hari pertama pengunjung dari berbagai negara sudah mulai tertarik,” ujarnya.

Sedangkan untuk harga jualnya, untuk jenis tas, dijual mulai dari harga Rp 300 ribu sampai Rp 1.3 juta, dan untuk aksesoris mulai dari Rp 40 ribu sampai Rp 150 ribu. Harga tersebut tergandung jenis desain dan tingkat kesulitan pembuatannya.

Terkait dengan Trade Expo itu sendiri, Sindhu mengatakan, di hari ketiga nanti baru dibuka untuk umum yang ingin membeli. “Hari pertama dan kedua ini kita haya menerima kunjungan, dan sekAdar berbincang dulu. Jadi belum ada transaksi,” paparnya.

Sindhu menerangkan, Sapu Upcycle berawal dari latar belakang peduli terhadap lingkungan. Sampah plastik, botol, dan karet bisa merusak bumi jika hanya didiamkan.

“Akhirnya kami berinisiatif untuk membuatnya, bersama teman-teman aktivis lingkungan di Kota Salatiga, kita buat produk kerajinan seperti ini. Dan yang tidak disangka justru tembus pasar internasional, dan beberapa kali dipamerkan dalam pameran fashion di Prancis,” ujarnya.

Untuk tetap menjaga pasar, Sindhu mengaku terus meng-upadate soal desain fashion yang tengah musim saat ini. Sehingga produk-produk kerajinannya itu tetap diterima di pasar Eropa.

“Kita haus terus berinovasi, harus terus update. Jangan hanya mengandalkan satu jenis desain saja, harus banyak variannya. Misalnaya, eperti kalung dan anting, ini saja kami terus cari informasi tentang desain yang paling populer saat ini, terus kami improvisasi sedikit sesuai dengan gaya kami,” pungkasnya. (*)

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!