Futsal Kota Tangsel Mogok di Pertandingan


3 Daerah Ancam Mundur dari Porprov

Diterbitkan  Minggu, 28 / 10 / 2018 22:20 - Berita Ini Sudah :  213 Dilihat

CIPUTAT-Tiga daerah mengancam mundur dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Banten. Kota Tangsel, Kota Serang, dan Kabupaten Serang berniat menarik diri, karena kecewa dengan kinerja panitia.

Tiga daerah tersebut merasa panitia pelaksana Poprov V Banten, dalam hal ini  adalah Organizing Committee (OC) yang dinilai tidak terbuka. Ketidakterbukaan panitia ini, terkait data entry by name tuan rumah Kabupaten Tangerang yang diberikan kepada peserta Porprov. Tentu saja, hal tersebut membuat berbagai dugaan dari peserta.

“Terus terang, kami sangat kecewa terhadap aturan tuan rumah. Jiika entry by name tidak disebar, lebih baik mundur. Buat apa, seharusnya Porprov jadi ajang prestasi bukan prestise,” tegas Mulyono, sekretaris umum KONI Kota Tangsel.

Porprov V Banten secara resmi baru akan digulirkan pada 4 November mendatang. Namun kontingen Kota Tangsel sudah mulai dicurangi. “Ini juga yang membuat kami mempertanyakan kinerja panitia, dan kami memilih untuk mundur,” terang Mulyono.

Tim Futsal Kota Tangsel menilai telah dicurangi di pertandingan. Ofisial Futsal Kota Tangsel memilih tak melanjutkan pertandingan saat menghadapi Kota Cilegon di babak semifinal.

Pada laga yang berlangsung di Sport Centre Dasana Indah, Kelapa Dua, Sabtu (17/10), skuat besutan Untung Basuki memilih mundur di babak pertama menit 13, karena kepemimpinan wasit yang dinilai sangat merugikan.

“Wasit tidak adil, masa gol kami di menit 10 dianulir. Padahal jelas bola masuk terlebih dahulu baru kemudian tiang gawang bergeser karena terkena badan penjaga gawang Cilegon. Itu dianggap pelanggaran. Aneh sekali,” keluh Ofisial Futsal Kota Tangsel, Suryadi.

Setelah itu, wasit terlalu cepat meniup peluit pelanggaran untuk Kota Tangsel dan ketika kapten tim mempertanyakan pelanggaran, malah diberi kartu.

“Maka dari itu, kami lebih baik mundur saja. Buat apa dilanjutkan, pertandingan tidak fair. Wasit berat sebelah,” keluhnya.

Sementara, dua daerah lainnya yang mengancam mundur dari Porprov yakni, Kota Serang dan Kabupaten Serang.

Ketua Umum KONI Kota Serang, Deni Arisandi mengatakan, hal yang dilakukan tuan rumah dinilai tidak wajar. “Kami tidak mengetahui data entry by name tuan rumah. Tiba-tiba saat tehknical meeting cabang olahraga (cabor) catur, ternyata tuan rumah langsung membawanya tanpa diketahui kontingen lainnya,” katanya.

Menurut Deni, aturan Porprov 2018 ini sudah keluar dari aturan baku Porprov. Dimulai dari pelaksanaan penerimaan buku panduan yang seharusnya diberikan sembilan bulan sebelum Porprov dan keabsahan atlet pada Maret, ternyata jauh dari jadwal yang ditentukan.

Ketua Umum KONI Kabupaten Serang, Pujiyanto menuturkan, tuan rumah sudah melanggar aturan. “Porprov itu ajang mencari prestasi bagi atlet terbaik, jadi jangan ada yang ditutupi. Jika Kabupaten Tangerang masih menutupi data entry by name atlet, tidak ada gunanya bertanding di sana. Sudah kasihkan saja trofi juara ke Kabupaten Tangerang,” tuturnya.(cmb)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!