Harvino Sempat Ikut Kerjabakti Renovasi Musholla


Keluarga Pilot Lion Air Histeris

Diterbitkan  Senin, 29 / 10 / 2018 23:20 - Berita Ini Sudah :  286 Dilihat

 

KORBAN PESAWAT LION AIR: Adik korban dari Harvino yang merupakan Co – Pilot menunjukan foto Harviano yang merupakan korban pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang di rumah duka kawasan Ciater, Serpong, Senin (29/10). Sebanyak 181 penumpang dan tujuh awak pesawat menjadi korban peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Kerawang, Jawa Barat

SERPONG-Vinny Wulandari menangis histeris. Sejumlah orang mencoba menenangkannya. Kemarin, air mata membanjiri sebuah rumah di Serpong Green Park 2 Blok F-19, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong,

Rumah tersebut merupakan kediaman Harvino, pilot pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Rumah tersebut ramai dikunjungi keluarga, kerabat, dan rekan kerja Harvino.

Vinny Wulandari, adik dari Captain Harvino yang juga berada di rumah duka, siang itu. Vinny menangis sejadinya. Baju hitam yang dikenakannya nampak basah.

Tangsel Pos mencoba mendekati Vinny, setelah sekitar 30 menit tangisnya mereda. Vinny mengaku mendapat kabar kakaknya menerbangkan pesawat Lion Air JT 610 itu dari salah satu temannya yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah.

Dia lantas menghubungi ponsel Harvino dan saudara-saudaranya. “Saya langsung telpon ke handphone Harvino sudah tidak aktif, saya bertanya-tanya ke grup keluarga dan baca-baca berita,” katanya.

Vinny pun langsung lemas terkulai ketika mengetahui pesawat yang diterbangkan Harvino itu jatuh di perairan Karawang. “Seharusnya kakak saya tidak terbang, karena dia sedang sakit gigi habis medical cekup, tapi pas saya tanya istrinya, kakak saya sudah terbang sebelumnya ke Malang sekarang ke Pangkalpinang,”ungkapnya.

Bahkan pagi sebelum kejadian atau Senin (29/10) pagi, kakaknya berangkat menggunakan taksi. “Kata istrinya, kakak saya berangkat naik taksi,” ucap Vinny dengan mata yang masih membasah.

Vinny pun bercerita kalau sebentar lagi kakaknya ulang tahun ke-42 tahun. “Tanggal 24 November kakak saya ulang tahun tepat usia 42 tahun,”jelasnya.

Di mata Vinny. Harvino merupakan sosok kakak yang baik, namun cita-citanya untuk menjadi pilot sempat dilarang oleh sang ayah. “Papa saya tidak suka bila anaknya jadi pilot,” kenang Vinny.

Bukan tanpa sebab, sang ayah khawatir cepat atau lambat peristiwa na’as akan menimpa Harvino.”Katanya kalau jadi pilot tidak tahu bakal meninggal di mana,” kata Vinny yang tampak berkaca-kaca ketika menceritakan abangnya itu.

Menjelang sore, para pelayat terus berdatangan ke rumah Harvino. Suasana sedih dan cemas tampak terlihat dari raut para keluarga serta kerabat pria akrab disapa Vino itu. Bahkan ada diantara mereka yang menangis histeris saat tiba di Blok F-19. “Semoga adik saya bisa ditemukan dengan selamat,” ungkap Novi Cahyadi, kakak kandung Harvino

Keluarga, tetangga, dan rekan kerja Harvino memberikan dukungan moril kepada Nia, istri Harvino yang terlihat shock. Keluarga juga terus memantau kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap awak serta penumpang pesawat melalui televisi.

“Saya dapat kabar tadi pagi jam sembilan pas udah sampai kantor,” ujar Cahyadi. Ia mengaku komunikasi terakhir dengan adiknya satu pekan lalu lewat telepon.

Harvino bekerja di dunia industri penerbangan sudah lebih dari lima tahun. ”Enggak ada firasat sama sekali. Dia sebelumnya sempat tugas di Air Traffic Control (ACT),” terang Cahyadi.

Petugas keamanan perumahan Serpong Green Park 2, Yoka mengatakan,

Harvino dikenal sosok yang baik dan kerap bergaul dengan seluruh penghuni dan juga petugas keamanan perumahan. “Orangnya ramah, sering menegur. Kalau libur atau di rumah, dia pagi itu olahraga,” ucapnya.

Captain Harvino tinggal bersama tiga orang anak dan istrinya di perumahan tersebut sejak empat tahun lalu. “Sudah empat tahun kalau tidak salah, dia tinggal bersama istri dan tiga anaknya, cowok dan dua cewek. Satu masih bayi belum setahun kayaknya,” ungkapnya.

Disela waktu libur penerbangan, di lingkungannya Harvino aktif dalam kegiatan keagamaan di Musholla Bustanul Akhdor, yang terletak persis berhadapan dengan rumahnya di Blok F-19 menjadi tempatnya bersosialisasi. ”(Harvino) bahkan sempat ikut bantuin renovasi musholla,” ungkap Wibowo Prawonto, warga yang bermukim di Blok H-20.

Menurutnya, sebelumnya bangunan musholla masih berukuran kecil. Warga sekitar kemudian bergotong-royong merenovasi bangunan musholla menjadi lebih representatif. ”Musholla ini ada barengan dengan perumahan. Tapi dulu masih kecil,” ujar Wibowo. Ia masih terkenang dengan pertemuan terakhirnya dengan Harvino pada Minggu petang lalu.

Sementara, Basarnas menegaskan tim gabungan masih berupaya mencari dan mengevakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

“Saya belum tahu (kemungkinan korban selamat), ini keajaiban kalau ada yang hidup,” kata pejabat Humas Basarnas Yusuf Latif di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.

Basarnas belum dapat memastikan bagaimana kondisi korban. Dia meminta menunggu informasi resmi sore ini.

“Kita belum bisa mengambil keputusan seperti itu pastinya, karena kan kita nggak tahu, seperti apa di sana kan kita nggak tahu. Kita tunggu saja nanti, sore ini, informasinya seperti apa,” ujarnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!