Warga Sekitar Longsor Masih Khawatir

Diterbitkan  Selasa, 30 / 10 / 2018 22:00 - Berita Ini Sudah :  246 Dilihat

SETU-Abdul Rojak (32) masih mengalami trauma akibat longsor yang merusak sebagian rumahnya, pada Minggu (28/10) malam. Akibat longsor tersebut, ruang tamu Rojak yang menempel dengan tebing itu hancur tertimpa reruntuhan matrial tanah 7 meter.
Dua hari pasca longsor, saat Tangsel Pos kembali menyambangi lokasi longsor, terlihat Rojak bersama ayahnya tengah sibuk membersihkan tanah-tanah yang ada di ruang tamu. Selama dua hari itu juga Rojak sudah mengungsi ke rumah orangtuanya di Kelurahan Kademangan.
Hingga kini, Rojak mengaku masih khawatir akan ada longsor susulan, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan. Bahkan tidak hanya Rojak saja, beberapa tetangganya yang rumahnya menempel dengan tebing itu pun juga merasa sangat khawatir.
Seperti Nuraeni (53), yang rumahnya persis berada di depan rumah Rojak. Nuraeni mengaku sudah hampir dua malam dia tidak tenang tidurnya, karena selalu dihantui rasa takut adanya longsor susulan.
“Sudah dua malam saya terus berjaga-jaga, tidur juga subuh terus, soalnya takut tiba-tiba longsor lagi. Apa lagi rumah saya juga persis di belakang tebing ini,” ungkapnya.
Melihat kondisi tanah pada bagian atas tebing yang terlihat masih retak, dan kontur tanah yang gembur, wajar jika Nuraeni dan warga lainnya yang ada di tepi tebing itu sangat khawatir adanya longsor susulan.
Bahkan Nuraeni berharap, pemerintah segera merapihkan kondisi tebing tanah tersebut. Agar bagian atas tebing yang terlihat sangat rawan longsor bisa teratasi. “Semoga secepatnya bagian atas tebing ini bisa dirapihkan agar tidak ada longsor lagi,” ujarnya.
Tidak hanya Nuraeni, Adel (43) yang rumahnya berada di bagian atas, dan persis di pinggir tebing ini pun mengaku sangat takut. Karena jika terjadi longsor lagi tidak menutup kemungkin rumah Adel akan ikut longsor ke bawah.
“Senin itu saya masih ngungsi di rumah saudara, ini sekarang saja baru pulang lagi. Sebenarnya saya masih khawatir juga, apa lagi sekarang masih musim hujan. Jadi saya berharap ini bisa dibenahi,” ungkapnya.
Bahkan menurut Rojak, lebih baik bagian diding itu diturap, agar tidak ada lagi longsor. Karena memang kontur tanah yang cukup labil. “Harapan kami sih di turap saja. Agar ketakutan warga selesai, soalnya di pinggir tebing ini ada sekitar 15 rumah,” ujarnya.
Bahkan menurut Rojak, anak dan istrinya hingga kin masih takut untuk kembali menempati rumahnya. Mereka masih mengalami trauma akibat longsor yang menimpa rumahnya itu.
“Sekarang anak sama istri saya masih takut mau balik ke sini lagi, soalnya longsor kemari itu bikin kami sekeluarga sangat trauma, untungnya tidak ada korban diantara kami,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!