Reses Rawan Kampanye Terselubung

Diterbitkan  Kamis, 01 / 11 / 2018 22:53 - Berita Ini Sudah :  318 Dilihat

SERPONG-Masa reses dewan bakal dipantau Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel. Kegiatan ini dinilai rawan kampanye terselubung. Apalagi reses itu dibiayai negara.

Pada 2 sampai 4 November, DPRD Kota Tangsel akan melangsungkan reses di masing-masing daerah pemilihan (Dapil). Diketahui seluruh pimpinan dan anggota dewan saat ini kembali mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Untuk itu Bawaslu perlu memata-matai.

Anggota Bawaslu Kota Tangsel, Slamet Santosa mengatakan, bahwa kegiatan reses menggunakan kegiatan yang masuk dalam fasilitas negara. Dan dalam aturan kampanye jelas dilarang menggunakan fasilitas negara. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018 dan Peraturan Bawaslu Nomor 28 Tahun 2018 Tentang Kegiatan Kampanye.

“Kemungkinan membagi-bagikan Alat Peraga Kampanye (APK) atau bahan kampanye dalam kegiatan reses itu ada saja, walaupun kecil. Makanya akan kita awasi kegiatan reses dewan ini,” ungkapnya.

Slamet juga mengatakan, tidak hanya mengawasi sebaran APK dalam kegiatan reses, tetapi juga ajakan kampanye dalam bentuk lainnya. “Kami akan konsentrasi terhadap segala bentuk kampanye seperti ajakan, karena hal itu merupakan salah satu larangan kampanye,” terangnya.

Dia juga mengatakan, bahwa pihaknya akan melibatkan seluruh tim di tingkat kelurahan untuk mengawasi kegiatan reses dewan tersebut. Jika nanitnya ada temuan dugaan pelanggaran, maka Bawaslu akan langsung melakukan tindakan seperti kajian dari hasil temuan tersebut.

“Sesuai proses yang ada, akan kita kaji setiap temuan yang ada terkait dugaan pelanggaran,” ujar Slamet.

Sementara, Ketua DPRD Kota Tangsel, Moch Ramlie mengatakan, bahwa dalam kegiatan reses ini ialah murni menyerap aspirasi masyarakat dan juga menyampaikan capaian hasil kerja DPRD Kota Tangsel kepada masyarakat.

Dan soal rawan kampanye terselubung, Ramlie menjelaskan, seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kota Tangsel sudah sangat antisipasi akan hal itu dan pastinya tahu aturan Pemilu.

“Rasanya tidak akan ada teman-teman yang melakukan hal itu (kampanye terselubung, red). Karena kita semua tahu itu melanggar aturan dan akan merugikan diri sendiri,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!