DLH Antisipasi Pohon Tumbang di Musim Penghujan

Diterbitkan  Selasa, 06 / 11 / 2018 21:03 - Berita Ini Sudah :  193 Dilihat

SETU-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel mencermati potensi pohon tumbang seiring memasuki musim hujan. Guna mengantisipasi potensi jatuhnya korban jiwa akibat pohon tumbang, maka perlu dipangkas.
DLH memetakan kerawanan poton tumbang yang ada di lima titik wilayah dengan pohon-pohon besarnya yang berpotensi tumbang ketika hujan disertai angin menerjang kawasan tersebut.
Kajian DLH ada lima titik wilayah yang berpotensi terjadinya pohon tumbang, yakni kawasan Alam Sutera Serpong, Muncul, kawasan Bhakti Jaya, kawasan PDAM Serpong dan Ciputat Timur.
Kepala Seksi Pemulihan dan Pemeliharaan Lingkungan DLH Kota Tangsel, Anton Wibawa mengatakan, untuk memotong atau memangkas pohon-pohon yang dinilai berpotensi tumbang, pihaknya terkendala oleh prasarana.
“Jangankan kita, DKI (Jakarta-red) aja ketar-ketir kalau hujan deras. Sarana kita belum mendukung, harus pakai tangga hidrolik untuk mangkas dan motong pohon,” ungkapnya, kemarin.
Menurutnya selama ini, dalam melakukan pemangkasan dan pemotongan pohon yang dinilai rawan tumbang, pihaknya kerap melakukannya dengan cara manual.
“Selama ini kita kalau merapihkan pohon yang rawan tumbang, baru manual aja. Ada pegawai yang naik dan melakukan pemangkasan. Kalau pakai alat PJU (penerangan jalan umum) kadang berbenturan jadwal pakainya,” ujarnya.
Lanjutnya, dengan melakukan pemangkasan dan pemotongan pohon dengan cara manual, permintaan masyarakat yang menginginkan pohon-pohon besar di wilayahnya ditebang, menjadi kendala tersendiri.
“Banyak pohon-pohon yang menyatu dengan kabel PLN, ini juga jadi kendala kita di lapangan. Apalagi sekarang musim hujan,” paparnya.
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangsel Sukarya, juga mengakui memang DLH sangat membutuhkan fasilitas khusus dalam melakukan pemangkasan pohon-pohon yang rawan tumbang.
“Memang akan ada rencana penganggaran untuk membeli fasilitas itu. Karena kita akui DLH selama ini masih memakai cara manual untuk melakukan pemangkasan. Dan itu kurang efektif dan memakan waktu lama,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!