1200 Siswa SMP se-Tangsel Ikuti Manasik Haji

Diterbitkan  Rabu, 07 / 11 / 2018 23:16 - Berita Ini Sudah :  202 Dilihat

SERPONG-Sekolah Insan Cendekia Madani menjadi tempat praktik manasik haji  bagi sebanyak 1200 siswa SMP se-Tangsel, Rabu (7/11). Praktik ini bagian dari kurikulum tentang manasik siswa SMP.

Semua peserta yang mengikuti kegiatan itu berpakaian serba putih dengan mengikuti petunjuk para pembina. Tahap demi tahap seperti di Mekah yakni ihrom, tawaf, sa’i, wukuf di Padang Arafah, lempar jumroh, dan tahallul.

Ketua Panitia Pelaksanaan Manasik Haji Tingkat SMP se-Tangsel, Ahmad Ansori menyampaikan, paling tidak melalui kegiatan ini ada tiga hal yang didapat oleh para siswa dan guru. Pertama, manasik haji ini melatih siswa tentang haji ketiga nanti sudah baligh dapat melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima. Kedua, ajang silaturahmi antar guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Tangsel.

“Selama ini manasik haji hanya ada di PAUD dan TK. Padahal ada juga di kurikulum SMP dan syarat sahnya ibadah haji sendiri adalah akil baligh dan ini adalah yang pertama di Banten,” katanya.

Ia pun menyebutkan, dengan lokasi yang berbukit-bukit dapat mengambarkan saat melaksanakan ibadah haji. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi para siswa. “Alhamdulillah kita diberikan tempat yang hampir mirip dengan bukit Syafa dan Marwah, karena lokasi disini perbukitan,” tambah ia.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan, praktik manasik haji kepada anak-anak dapat memberikan nilai positif dan motivasi orangtua untuk menunaikan rukun Islam kelima ini.

“Umat Islam bisa mempersiapkan diri melalui manasik haji agar memahami dan mengetahui rukun ibadah haji. Kemudian larangan-larangan selama ibadah berlangsung, seperti tidak boleh memetik pepohonan dan berbicara kasar,” ujar Bang Ben.

Ia mengharapkan para siswa SMP se-Tangsel, dapat dengan rajin selalu meningkatkan kedisiplinan serta mematuhi nasihat baik guru terlebih orangtua. Jika semua dapat dikerjakan akan terbiasa dan lambat laun serta tertanam dalam jiwa siswa.”Hindari pekerjaan yang memiliki sisi negatif,” pintanya.

Bang Ben ingin kegiatan ini pada tahun depan dapat digarap lebih serius dan waktunya lebih panjang agar siswa semakin cinta dan lebih banyak lagi pengalaman. “Jika ini dilaksanakan selama setengah hari, saya berharap tahun depan bisa ditambah dengan kegiatan camping,” tutupnya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!