Forum Pembauran Kebangsaan Gagas Deklarasi Damai

Diterbitkan  Rabu, 07 / 11 / 2018 23:07 - Berita Ini Sudah :  206 Dilihat

SERPONG- Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) menggagas deklarasi damai. Ajang ini melibatkan seluruh organisasi kemasyarakatan dan rencananya digelar pada 17 November mendatang di Lapangan Pamulang.

Demikian tersebut terlaksana setelah “Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pencegahan, Penghentian  dan Pemulihan Pasca Konflik” yang diselenggarakan Kesatuan Bangsa Politik dan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Tangsel.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) H Sadri menjelaskan, dalam mendinginkan suasana saat ini, pihaknya menginisiasi terselenggarannya deklarasi damai.

“Kami inisiator deklarasi damai sehubungan dengan situasi dan kondisi saat ini berkaitan dengan politik. Soal pilihan pada masing-masing.  Tujuannya untuk mensikapi situasi yang tengah terjadi agar lebih kondusif antar ormas dan wilayah Tangsel lebih aman damai,” ucapnya kemarin di salah satu resto kawasan Serpong.

Kepala Kesbangpolinmas Kota Tangsel Azhar Samun mengungkapkan alasan pihaknya mengundang perwakilan ormas untuk hadir dalam rapat koordinasi. Penting dilakukan, karena menyangkut stabilitas keamanan wilayah dari unsur masyarakat. Meski yang datang 20 perwakilan ormas, dari total 400 yang terdata, tapi ini satu hal yang bagus.

“Ini terbilang sebagian kecil saja dari keseluruhan ormas yang ada. Kami yakin lebih dari yang tercatat sekitar empat ratus. Kami tegaskan ini bagian awal untuk pembinaan ormas kedepan. Tangsel baru usia sepuluh tahun saja ormasnya cukup banyak,” katanya.

Luas wilayah Tangsel tidak terlalu besar, sekitar 147 kilometer persegi dengan tujuh kecamatan dan 54 kelurahan. Hanya saja jumlah penduduk cukup padat, yaitu mencapai 1,4 juta jiwa. Melihat padatnya jumlah penduduk yang berasal dari berbagai daerah, maka cukup banyak keragaman berasal dari berbagai daerah.

“Kota Tangsel dari sisi wilayah sangat kecil, tapi jumlah penduduknya lebih dari 1,4 juta jiwa. Ini rawan terjadi konflik. Isu sara bisa terjadi kapan saja dan menjadi potensi konflik. Tangsel sangat beragam, baik dari suku ras agama,” tambah ia.

Masih dikatakan Azhar, ormas terbagi menjadi dua kelompok yakni organisasi kemasyarakatan dan organisasi politik. Orang-orang yang aktif di dalam ormas agar selalu melihat para pendiri bangsa. Mereka tidak pernah memikirkan sesuatu yang lain, kecuali bangsa ini merdeka dan sejahtera untuk masyarakatnya.

“Lihat pendiri bangsa, mereka hanya ingin menyejahterakan rakyatnya . Kita yang hanya mengisi jangan sampai terbelah. Terkadang memang disebabkan idialisme akhirnya kita kadang lupa bahwa terbentuknya negara untuk mensejahterakan rakyat,” tambah ia.

Dia melanjutkan, kekayaan yang sudah dianugerahkan oleh Sang Pencipta Alam Semesta ini jangan dirusak. Namun harus disyukuri dan dijunjung tinggi. “Banyaknya bahasa, budaya dan perbedaan harusnya menjadi kebanggan dan kekayaan. Tidak boleh lagi terkotak-kotak. Perbedaan jangan sampai dibesar-besarkan,” tambah ia.

Kaur Bin OPS (KBO) Polres Tangsel,  Iptu Parman Nainggolan menyampaikan pentingnya mengantisipasi permasalahan.  “Jika terjadi konflik hingga jatuh korban meninggal akan panjang yakni adanya dendam. Maka dari itu Tangsel jangan pecah belah dan jangan sampai ada perbedaan permasalahan,” katanya. (din)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!