Target Pendapatan Asli Daerah dari PBB Rp 348 Miliar


Sensus PBB Tengah Malam

Diterbitkan  Rabu, 07 / 11 / 2018 23:16 - Berita Ini Sudah :  217 Dilihat

PAMULANG- Tak mengenal waktu untuk kepentingan publik. Semangat demikian tampaknya diterapkan petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangerang Selatan dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) sebesari Rp 348 miliar tahun ini. Tidak sekadar siang hari, tengah malam pun para petugas Bapenda gencarkan sensus PBB dan sosialisasi pajak PBB.

Alhasil, menjelang akhir tahun ini sudah mencapai sebesar 90 persen dari yang ditargetkan tersebut. Gencarnya kerja para pejabat di Bapenda, khususnya di Bidang Pajak Daerah I pada Bapenda Kota Tangsel, turut menaikkan perolehan target.

Seperti terlihat di Kelurahan Bambu Apus, Selasa (6/11) malam. Tidak hanya sendiri dalam kegiatan sensus dan sosialisasi itu pun hadir pula Anggota Komisi III DPRD Kota Tangsel Drajat Sumarsono.

Bapenda Kota Tangsel mengumpulkan warga untuk disensus serta diberikan pemahaman soslaisasi PBB. Disebutkan, masih ada temuan warga yang hanya membayarkan pajak tanah saja, sementara di atas tanah tersebut sudah berdiri bangunan hingga pajak bangunannya tidak dibayarkan.

Kepala Bidang Pajak Daerah I pada Bapenda Kota Tangsel, Indri Sari Yuniandri, mengatakan, pihaknya senagaja untuk mengejar waktu hingga malam lantaran untuk warga di kawasan perumahan hanya memiliki waktu pada malam hari atau selesai hari kerja.

“Bahkan waktu akhir pekan pun kami pakai terus untuk melakukan sensus, dan juga sosialisasi tentang pendataan pajak daerah dari PBB. Bagi kami program ini sangat penting dilakukan, karena tidak hanya sekadar mengejar target PBB, tetapi juga bisa menyelamatkan aset-aset yang dimiliki oleh masyarakat kota Tangsel, setelah dilakukan sensus,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, dia juga mengatakan, Bapenda pun bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel. Nantiya jika dalam sensus tersebut ada temuan masih ada tanah warga yang belum memiliki sertifikat, maka akan diserahkan ke BPN dengan pembuatan sertifikat gratis.

“Dengan begini kan aset warga akan terlindungi, karena semuanya terdata mana yang belum tersertifikat akan kita serahkan ke BPN untuk masuk ke dalam program sertifikat gratis yang merupakan program Pak Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Indri mengatakan, setiap tiga bulan sekali pun akan terus dilakukan evaluasi, seperti terus memperbaiki tata objek pajak, dan juga terus mensinkronkan peta bidang tanah yang dimiliki BPN dan juga dengan yang ada di bapenda untuk peningkatan pajak PBB.

“Tidak hanya itu saja, kami juga jemput bola ke kawasan perumahana elit untuk melakukan penagihan pajak, khususnya bagi yang memang sudah menunggak pajak sejak lama,” paparnya.

Indri juga berterimakasih kepada Komisi III DPRD Kota Tangsel, yang megaku terus mengawasi kegiatan dan program kerjanya. Sehingga, semuanya bisa berjalan sesuai dengan target.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tangsel, Drajat Sumarsono mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bapenda dalam mengejar target pajak di bidang PBB. Terlebih lagi harus bekerja sampai malam hari.

“Saya tidak menyangkan, bahwa Bu Indri dan timnya ini tidak hanya sekali ini saja melakukan kegiatan seperti ini sampai malam hari, ini patut kita apresiasi,” ungkapnya.

 

Bahkan menurut Drajat, semestinya seluruh pejabat daerah di Pemkot Tangsel pun harus melakukan apa yang dilakukan Indri dalam menjalankan programnya. “Kami juga mendorong agar seluruh OPD di Pemkot Tangsel pun, harus melakukan apa yang dilakukan oleh Bu Indri. Sekali lagi ini patut diapresiasi,” pungkasnya. (dra)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!