Perumahan Pertanian Minta Kesepakatan Jam Kerja

Diterbitkan  Senin, 12 / 11 / 2018 22:36 - Berita Ini Sudah :  236 Dilihat

 

CIPUTAT- Penyempitan gorong-gorong yang ada di dekat perumahan Roswood Garden dan Pertanian Serua Ciputat, berbuntut panjang. Kemarin sore, pihak kontraktor pembangunan Tol Serpong-Cinere diduga mendobrak pintu Perumahan Pertanian untuk ases alat berat.

Ketua RT 02/01 Kompek Pertanian Serua, Endang Supraprti (62) mengungkapkan, PT Waskita membuka paksa pintu gerbang perumahan untuk ases alat berat. Akibatnya pintu rusak tidak dapat ditutup dengan benar. “Kejadinya sore sekitar setengah empat tiba-tiba alat berat milik PT Waskita masuk dengan paksa membuka pintu gerbang,” katanya.

Sejak awal, pintu gerbang ini tidak dilalui dikarenakan warga tidak mau. Di samping memang tidak ada kompensasi, warga juga tidak ingin direcoki atas aktivitas pekerjaan proyek. Lantaran tidak ada kompensasi, maka warga menuntut agar ada kesepakatan jam kerja.

“Tuntutan warga pintu gerbang tidak dibuka sebelum tuntutan kita dipenuhi pertama drainase dibalik komplek pertanian dengan talud/ dinding penahan tanah. Kedua membuat surat pernyataan untuk mematahui kesepakatan jam kerja dan hari kerja yang sudah di tandatangi bersama,” tambah ia.

Sebelumnya jam kerja berlaku mulai pagi hingga pukul 17.00 WIB kemudian dilanjut pukul 19-22 WIB. Sedangkan libur pada Minggu dan hari-hari besar. Namun kesepatan itu disebut Endang, tidak pernah diterapkan.

Sebelumnya salah satu warga Perumahan Roswood Garden, Herman Setiawan (39) menuturkan jika Sabtu petang Mahrib hingga pukul 21.00 WIB, terjadi genangan air. Air setinggai areal samping pemasaran 20 centimeter hingga mengenai kawasan  RT 4/9 Kelurahan Serua Indah.

“Ada tiga jalur melintasi Kawasan Pamulang Asri dan Pertanian dan Roswood Garden sementara Waskita membangun gorong-gorong untuk melintasi truk mereka membawa tanah,” katanya.

Kawasan ini memiliki riwayat saat tahun 2012 pernah mengalami banjir. Kemudian dibenahi oleh Dinas Pekerjaan Umum. Setelah diperbaiki hingga kini tidak pernah kebanjiran lagi. Namun sejak adanya pembangunan tol, ada gorong-gorong yang dipasang oleh Waskita untuk dimanfaatkan perlintasan truk sementara kapasitas gorong-gorang terlalu sempit.

“Dulu pernah dibuat gorong-gorong Dinas Pekerjaan Umum tidak pernah, sementara PT Waskita memanfaatkan agar bisa dilintasi truk bermuatan tanah. Dan kemarin (Sabtu) hujan lebat terjadi banjir akibat air yang datang dari atas tidak lancar akibat gorong-gorang terlalu kecil,” tambah ia.

Setelah melakukan mediasi akhirnya Minggu (11/11) sore Waskita menindak lanjuti permintaan warga membongkar gorong-gorong.

“Setelah melakukan komunikasi, akhirnya Waskita melakukan pembongkaran gorong-gorong untuk diganti dengan yang lebih besar supaya aliran air bisa lebih cepat,” tuturnya. (din)

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!