Tangkal Berita Hoax, Kominfo Lakukan Sosialisasi Forum Kehumasan

Diterbitkan  Senin, 12 / 11 / 2018 20:27 - Berita Ini Sudah :  248 Dilihat

CIPUTAT-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengajak forum kehumasan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tangsel mengikuti sosialisasi “Waspada Hoax, Hindari Berita Tanpa Fakta” bertempat di Aula Puspemkot Tangsel, Senin (12/11).

Sebanyak 100 humas perwakilan OPD diajarkan cara menyaring informasi yang tidak sesuai sehingga tidak menyebar luas.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Komunikasi dan Kehumasan pada Diskominfo Tangsel, Irfan Santoso, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kehumasan kepada para perwakilan humas di setiap OPD Tangsel.

“Kita menyampaikan kepada para peserta bagaimana cara penanggulangan hoax, dimana setiap berita sebelum disebarkan harus di cek terlebih dahulu, apakah hoax atau berita asli,” katanya.

Saat ini Kementrian Kominfo memiliki satu wadah untuk memberikan informasi mengenai berita hoax atau benar, yakni melalui Trust Positif. Dimana ada tim khusus yang dibentuk untuk bisa ditanyakan terkait berita yang sering bermunculan di tengah masyarakat.

“Disetiap OPD telah dibentuk humas, dimana keberadaan humas ini bertujyan untuk membantu kita di bidang humas untuk menangani dan memecahkan masalah terkait publikasi dan menanggukangi penyebaran berita hoax,” ungkapnya.

Lanjutnya, adanya humas di setiap OPD juga untuk membantu pihaknya dalam menyampaikan prestasi-prestasi OPD ketika untuk dipublikasikan, sehingga datanya benar dan lengkap.

“Sehingga masyarakat bisa mengetahui secara teknis dan OPDnya bisa menjelaskan, sehingga kita bisa publikasikan. Hal ini untuk mendapatkan informasi yang benar,” bebernya.

Sementara, Wakil Ketua Komite Edukasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Heni Mulyati mengatakan saat ini ada aplikasi android bernama “Hoax Buster Tools” yang bisa di download masyarakat untuk mengecek berita hoax.

“Didalam aplikasi tersebut terdapat rujukan media kredibel, sehingga yang bersifat hoax akan cepat diketahui. Siapa pun bisa menggunakan aplikasi tersebut,” katanya.

Kepala Diskominfo Tangsel Ismunandar menyampaikan bahwa Forum Kehumasan sudah dibentuk sejak 2017. Masing-masing OPD mempersiapkan bahan-bahan data yang terkait dengan kegiatan OPD dan perlu di publikasikan ke media.

“Forum Kehumasan merupakan kegiatan rutin tahunan Humas pada Diskominfo dalam rangka memberikan pengetahuan kepada Petugas Kehumasan pada OPD se-Tangsel,” jelasnya.

Hoax adalah berita bohong yang bertujuan mendiskreditkan individu atau kelompok. Hoax jelas tidak bisa dibiarkan berkembang liar ditengah masyarakat karena berbahaya bagi kehidupan berbangsa yang aman dan damai.

“Dampak negatif hoax yang dianggap kebenaran oleh individu atau kelompok tidak saja berskala retaknya hubungan individu, komunitas, bangsa, tetapi bahkan bisa menimbulkan perang antarbangsa. Hoax menimbulkan konflik horizontal, yaitu individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain,” bebernya.

Dengan kegiatan Forum Kehumasan, diharapkan sebagai salah satu sarana pendidikan anti-hoax kepada para petugas kehumasan di OPD, agar tidak mudah percaya dengan berita bohong dan menyebarkannya di media sosial.

“Kegiatan ini juga salah satu usaha untuk memerangi dan menangkal isu Hoax yang marak beredar akhir-akhir ini,” papar Ismunandar.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa salah satu kewajiban pemerintah yaitu  menyampaikan apa yang sedang, akan dan sudah dilakukan kepada masyarakat.

“Fungsi humas sebagai komunikasi disetiap OPD. Tugas humas yaitu membuat semua program prioritas didalam OPD masing-masing. Jangan sampai humas tidak punya bahan untuk disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Tangsel ini adalah masyarakat dinamis. Sudah tidak ada lagi sekat antara satu dengan lainnya. Karena ketidaktahuan mereka, mereka bisa menyebut bahwa pegawai pemkot tidak bekerja.

“Padahal kita kerja keras untuk mem erikan pelayanan, ini harus disampaikan kepada masyarakat. Kita harus bisa menerima kritik dan saran. Jangan sampai kita anti pada kritik, sepanjang itu benar dan tidak hoax maka kita harus terima,” jelasnya

Lanjutnya, tugas dan kewajiban pegawai adalah menyampaikan kepada masyarakat apa adanya, bukan pencitraan. Sehingga masyarakat akan menilai siapa kita dan apa kita.

“Saya harap forum kehumanasan ini bisa aktif, komunikasi dan menyampaikan. Inilah fungsi forum kehumasan untuk memfeeding informasi. Sampaikan apa adanya program yang sudah, sedang dan akan dilakukan,” singkatnya.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!