Tim Vipers Sergap 8 Kawanan Bandit, Satu Tewas Ditembak

Diterbitkan  Senin, 12 / 11 / 2018 22:37 - Berita Ini Sudah :  255 Dilihat

RILIS KASUS PENCURIAN MENGGUNAKAN SENEPI: Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan, Wakapolsek Tangsel Kompol Arman, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho dan Kompol Tedjo Asmoro (kedua kanan) memperlihatkan barang bukti beserta tersangka dalam rilis kasus Perampokan dan Pembunuhan dengan menggunakan senjata api di Mapolres Tangerang Selatan, BSD, Senin (12/11).Team Vipers Polres Tangerang Selatan menangkap 8 orang komplotan pencuri bersenpi, serta barang bukti dan dalam penangkap tersebut pemimpin komplotan ditembak mati karena berusaha melawan petugas.

SERPONG- Delapan orang kawanan bandit yang biasa beroperasi di wilayah hukum Polres Tangerang Tangsel, disergap tim Vipers Polres Tangsel. Hendra (30), salah satu anggota kawanan tersebut tewas setelah dilakukan tindakan tergas lantaran melawan saat ditangkap di daerah Kabupaten Lebak.

Belakangan diketahui, Hendra yang tewas ditembak polisi, merupakan pelaku penembakan terhadap seorang penjaga toko di kawasan Jalan Raya Curug, Kabupaten Tangerang, bernama Jamal Putra (30). Jamal tewas setelah dua peluru dilesatkan pelaku bersarang di punggung dan pinggang pada 30 Oktober silam.

Kapolres Kota Tangsel AKBP Ferdy Irawan menerangkan, penembakan atas korban Jamal Putra itu terungkap dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan para saksi. Dari keterangan tersebut, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan. Tak butuh waktu lama, petugas pun berhasil menangkap kawanan bandit bengis tersebut.

“Tim Vipers Polres Tangsel mengungkap kasus penembakan yang terjadi di Curug atas nama korban Jamal Putra, tertanggal (30/10) lalu. Dan Komplotan ini sudah menjalankan aksi di wilayah hukum Polres Tangsel sejak setahun lalu. Tapi saat pengembangan, pelaku Hendra, kapten dari komplotan ini berusaha melawan dan melarikan diri. Oleh petugas diberi peringatan, namun karena mengancam nyawa petugas, pelaku ditembak  dan meninggal dalam perjalanan ke RS,” ujar Kapolres.

AKBP Ferdy mengatakan, dari hasil pemeriksaan terhadap korban, didapati dua luka bekas tembakan yang bersarang di tubuh korban diperkirakan korban ditembak pelaku sekira pukul 02.30 WIB. Saat itu, korban sedang duduk di depan toko sambil memainkan handphone miliknya. Dari petunjuk olah TKP dan keterangan saksi, Polisi mendapati identitas pelaku utama yakni Hendra yang tinggal di kawasan Lebak, Provinsi Banten.

Tak berhenti sampai disitu, polisi lalu mengembangkan pelaku lain yang ada dalam komplotan penjahat asal Lampung ini. Hasilnya, polisi pun mengamankan sebanyak 7 pelaku lain yang masing-masing berinisial M (25), S (22), A (28), R (19), AS (19), S (24) dan M (19).

Ditanya soal peran lain dari komplotan yang diotaki oleh Hendra, Kapolres mengatakan bahwa para pelaku lainnya memiliki peran dan tugas masing-masing.

“Jadi dari tujuh pelaku komplotannya itu, ada yang berperan sebagai eksekutor pencurian Handphone, sepeda motor dan penadah barang curian. Ada enam orang pelaku kami berikan tindakan tegas, karena rata-rata mereka melawan saat ditangkap,” tandasnya.

Kasatreskrim Polres Tangsel, AKP Achmad Alexander Yurikho mengatakan, dari pengungkapan kasus itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan yang digunakan pelaku dalam beraksi. Diantaranya 2 selongsong peluru, 2 proyektil peluru senjata api jenis FN, 4 unit sepeda motor, sebilah golok, satu senjata air soft gun, 3 kunci leter T, 11 mata kunci leter T, 6 anak kunci dan 7 handphone.

Aldia juga mengatakan, kedelapan pelaku merupakan spesialis pencurian dengan kekerasan dan pemberatan yang beroperasi di sekitar kawasan Tangerang Salatan, dan Tangerang Raya.

“Para pelaku akan dijerat pasal 365 jo 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal penjara 12 tahun penjara,” pungkasnya. (dra)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!