Sekolah Peduli Kemanusiaan Resmi Dilaunching

Diterbitkan  Rabu, 14 / 11 / 2018 22:32 - Berita Ini Sudah :  244 Dilihat


PAMULANG-Sekolah Islam Terpadu (SIT) AL AZKAR (TK-SD-SMP-SMAIT) Kecamatan Pamulang menginisiasi Sekolah Peduli Kemanusiaan (SPK). Hal ini atas dasar maraknya bencana yang terjadi di belahan Indonesia seperti Lombok, Donggala-Palu, gempa dan stunami.
Wilayah Banten dan Tangsel juga memiliki potensi bencana yang tidak kalah besar baik potensi bencana gempa dan tsunami dari potensi Sunda Megathrust di wilayah Banten, juga sebagian wilayah Jakarta selatan dan Tangsel di lalui sesar/patahan baribis. Pada 22 Januari 1780 pernah menyebabkan gempa sebesar 8,5 SR memporak porandakan sebagian besar Depok, Bogor dan Tangsel.
Pendiri SIT AL AZKAR, Ali Rahmat, yang juga menginisiasi terbentuknya SPK ini mengatakan, Tangsel harus menjadi bagian dari dunia global, apapun yang terjadi kita harus menentukan sikap.
“Kita harus menyiapkan keluarga, atau masyarakat kita untuk siap menghadapi bencana, bagi yang terkena bencana mereka harus siap siaga, kuat dan sabar. Sedangkan kita yang tidak kena bencana harus membantu sekuat yang kita bisa,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, nantinya sekolah ini akan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga profesional untuk memberikan edukasi terhadap para siswa.
“Kami juga akan melibatkan lembaga profesional seperti ACT untuk bisa memberikan edukasi siap siaga bencana kepada guru dan murid-murid kami di sekolah. Spirit Sekolah Peduli Kemanusiaan, semoga semakin banyak sekolah lainnya yang mengikuti langkah kami,” ujarnya.
Dengan adanya SKP ini, maka akan memberikan pendidikan kepada para murid peduli terhadap bencana sejak dini. Serta bagaimana cara menghadapi benacana nantinya.
“Pembiasaan latihan kepedulian anak sejak dini itu sangat bagus, juga edukasi tentang bencana dan cara menghadapinya juga harus dilakukan sejak dini akan sangat bagus. Mengingat Indonesia adalah supermarket bencana karena hampir semua bencana ada dan pernah terjadi di Indonesia,” ujarnya.
VP ACT, Ibnu Khajar hadir dalam launching SPK itu mengatakan, seandainya setiap orangtua menyiapkan keluarganya paham dan membekali ilmu dan keahlian menghadapi bencana. Termasuk di sekolah-sekolah setiap guru mengajarkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kepada siswa maka kalaupun suatu saat terjadi bencana maka kita bisa minimalisasi korban jiwa dan kerugian karena bencana.
SIT AL AZKAR Pamulang sudah memulai dengan melaunching SPK. Semoga sekolah-sekolah lainnya di Tangsel khususnya, atau di Banten bahkan di Indonesia dapat mengikuti langkah baik ini sebagai bagian dari mitigasi pengurangan resiko bencana.
“Insya Allah di waktu ke depan kita berharap di sekolah-sekolah lainnya akan lahir sekolah peduli kemanusiaan,” pungkasnya. (dra).

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!