Airin Dorong Inovasi Teknologi Cegah Kebocoran Pajak

Diterbitkan  Kamis, 15 / 11 / 2018 20:34 - Berita Ini Sudah :  4548 Dilihat

CIPUTAT TIMUR-Sebagai wilayah perkotaan yang terus berkembang. Kota Tangerang Selatan mengandalkan salah satu pendapatan daerahnya dari sektor penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) .
Kepala Bidang Pajak Daerah 1 Bapenda Tangsel Indri Sari Yuniandri mengatakan, setiap tahunnya rata-rata jumlah para wajib pajak yang menunaikan kewajibannya membayar PBB hanya berkisar antara 50-55% dari total keseluruhan wajib pajak.
“ Setiap tahunnya warga Tangsel yang ditagih PBB tahun 2018 yang bayar tak lebih dari 52%, dari 400 ribu wajib pajak.Posisi 2018 yang bayar baru 53%,” sèbut Indri saat memberikan materi dalam Kegiatan Sosialisasi PBB dan BPHTB di Kantor Kecamatan Ciputat Timur, Kamis (15/11/2018).
Selain PBB, Indri menyebut pendapatan asli daerah terbesar lainnya bersumber dari BPHTB, yang pada tahun 2018 ini ditargetkan sebesar 429 Miliar.
“Pemkot Tangsel untuk melakukan pembangunan mengandalkan dari pajak daerah dan retribusi. Dari pajak daerah yang paling besar menyumbang untuk pembangunan ya dari BPHTB (pajak peralihan) dan PBB. BPHTB penyumbang terbesar tahun ini , target 429 Miliar. Saat ini kurang 70 Miliar,”jelas Indri.
Untuk itu, inovasi dibidang pengecekan pajak dan informasi pembayaran pajak dibuat oleh Bapenda berupa aplikasi ETA (Easy to Acceess) PBB dan BPHTB. “Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk melakukan pengecekan dan pembayaran pajak,”ungkapnya.
Sementara itu, Wali kota Tangsel Airin Rachmi Diany meminta agar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus melakukan inovasi dan memanfaatkan teknologi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Airin Rachmi Diany menyambut baik dengan dibuatkannya sistem aplikasi ini, yang diberi nama ETA PBB BPHTB  atau Easy to Access Pajak Bumi dan Bangunan & Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak ibu, para wajib pajak kota Tangsel yang telah menunaikan kewajibannya membayar pajak terutama Pajak Bumi dan Bangunan. Hal tersebut diungkapkan Walikota saat sosialisasi PBB dan BPHTB di Aula Kecamatan Ciputat Timur, Kamis (15/11).
Pajak Bumi dan Bangunan ini merupakan sumber pendapatan daerah yang utama di Tangsel, yaitu menempati urutan kedua terbesar penyumbang Pendapatan Asli Daerah kita setelah pendapatan BPHTB. Untuk tahun ini pendapatan daerah dari PBB berdasarkan APBD perubahan tahun 2018 ditargetkan sebesar kurang lebih Rp.348 milliar.
“Kami selalu berusaha agar pelayanan kepada wajib pajak akan terus ditingkatkan agar pelayanan menjadi lebih baik dengan membuat inovasi-inovasi yang memudahkan masyarakat.”ungkapnya.
Inovasi yang dilakukan Bapenda dengan pembuatan sistem aplikasi ETA PBB BPHTB atau Easy to access PBB dan BPHTB. “Aplikasi ini merupakan sebuah layanan dari Badan Pendapatan Daerah Tangsel yang dibangun berbasis Android yang tersedia di playstore yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi seputar pelayanan PBB dan BPHTB.”jelasnya.
Walikota pun berharap,inovasi ini tidak berhenti sampai disini, harus ada inovasi yang baru yang dibuat Bapenda untuk meningkatkan pelayanan dan pendapatan dari sektor PBB dan BPHTB.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!