Airin Sampaikan Tiga Raperda

Diterbitkan  Kamis, 15 / 11 / 2018 20:34 - Berita Ini Sudah :  250 Dilihat

SETU-Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany menyampaikan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika, Kesejahteraan Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dan Pengelolaan Sampah.

“Tiga perda tersebut dilakukan revisi untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Tangsel,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam sidang paripurna di Gedung Ifa, Kecamatan Setu, Kamis (15/11).

Ketiga Raperda yakni pertama Raperda atas perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan komunikasi dan informatika. Kedua,Raperda atas perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Ketiga, Raperda atas perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

Ia menilai untuk perubahan perda penyelenggaraan komunikasi dan informatika bertujuan untuk  mengatur pengelolaan informasi dan komunikasi publik, aplikasi informasi, menara telekomunikasi bersama, warung internet, kemitraan dan peran serta masyarakat pembinaan dan pengawasan.

“Tujuannya untuk mencapai Good Governance dalam suatau sistem komunikasi dan informatika yang akuntabel, transparan, kepastian hukum dan profesional berbasis teknologi informasi,” ucapnya.

Sedangkan untuk Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, sambungnya, terkait penanganan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, rehabilitasi, jaminan sosial, pemberdayaan, perlindungan sosial, potensi dan sumber kesejahteraan, prasarana dan sarana, pemeliharaan taman makam pahlawa nasional, standar pelayanan minimal, peran masyarakat, penjangkauan sosia, kerjasama, kemitraan, pembinaan dan pengawasan. ”Diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sosial penyandang masalah kesejahteraan sosial baik perseorangan, keluarga, dan kelompok masyarakat serta peningkatan peran potensi dan sumber kesejahteraan sosial,” tuturnya.

Terakhir, terkait pengelolaan sampah. Ia menerangkan kondisi lahan yang sudah tak memungkinkan untuk perluasan penampungan sampah. Pemkot berencana untuk memanfaatkan teknologi. ”Pemanfaatan teknologi ini, salah satu program pusat. Sampah diolah menjadi energi listrik dengan teknologi ramah lingkungan,” katanya

Dengan rencana, investor dari negara korea. Tentunya, adanya perubahan perda tersebut, bisa memmpercepat realisasinya. Dan masalah sampah di Tangsel akan berkurang.(irm)

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!