Forsima Bekali Asisten Rumah Tangga Budi Pekerti

Diterbitkan  Kamis, 15 / 11 / 2018 22:39 - Berita Ini Sudah :  264 Dilihat

SERPONG-Asisten rumah tangga atau “pembantu” kerap dipandang sebelah  mata kendati  keberadaannya sangat membantu sekali. Guna meningkatkan pendidikan dan karekter pada khodimat/pembatu,  Forum Silaturahmi Musliman (Forsima) memberikan pembinaan.

Steering Comittee dan Pembina Forsima, Lilla Ine Surjani menyampaikan, Minggu akan menggelar festival Tarbiyatul khodimat melibatkan 500 peserta berlangsung di Masjid Baitul Hikmah Nusaloka BSD yang akan dihadiri Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Hetty Koes Endang.

Latar belakang mengapa konsen dalam pembinaan asisten rumah tangga? Karena secara tidak langsung mereka berada di dalam lingkungan keluarga bukan hanya dituntut untuk bekerja semata, tapi perlu pengetahuan  juga keterampilan.

“Mengapa harus khodimat (pembantu)?. Selama ini kita hanya transaksi. Seorang pembantu rumah tangga paling tidak perilaku dapat mencerminkan keluarga tersebut,” katanya dalam jumpa pers di salah satu rumah makan kawasan Serpong, Rabu (14/11) malam.

Forsima gabungan dari 17 masjid di BSD dan 5 masjid yang sudah menjalankan kegiatan pembinaan kepada khodimat, di antaranya Masjid Al Hakim, Baitul Hikmah, Al khaustar. Forsima fokus pada dua hal yakni pendidikan dan sosial yang didirikan pada 23 Januri 2017 diresmikan oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Humas dan Publikasi Forisma, Susan Purnama menyampaikan banyaknya kekerasan dalam balita belakangan ini menggugah untuk bagaimana membina para kodimat supaya bukan hanya tanggung jawab soal seputar pekerjaan, tapi akhlak yang mulia.

“Banyaknya kekerasan terhadap balita, serta kurangnya  profesional dalam  bekerja dan pakaian yang tidak sopan sebetulnya buka kemaunya mereka tapi karena memang bisa saja tidak memahami. Dengan mengajak mereka mengaji dan mengembangkan teretampilan maka harkat dan martabat akan naik,” ia menyampaikan.

Ketua Bidang Pendidikan, Meryani menyampaikan khodimat sangat minim perhatian dari para majikan, bahkan diberikan waktu untuk mengaji. Hal seperti ini bukan hal yang mudah, butuh kesabaran dan komunikasi. Supaya kesaran terbangun maka pihaknya mengedarkan surat kepada warga.

“Ada penolakan pasti, dari para bos. Kami mendidik ke atas dan ke bawah. Untuk majikan kami membuat surat edaran untuk pendidikan akidah dan keterampilan bagi para khodimat,” tambah ia.

Demikian Ketua Bidang Bakti Sosial, Ratih menyampaikan kegiatan sosial meliputi binaan kepada musola di sekitar BSD, serta program air bersih di kawasan Pagedangan Kabupaten Tangerang.

Anggota Forsima, Nunik menyampaikan, dengan mengajak mereka untuk belajar mengaji dan mendalami keterampilan seperti membuat kue.  “Kita memulyakam para khodimat. Dengan adanya pelatihan ini imbasnya ke anak-anak mereka juga. Kami apresiasi kepada mereka. Tujuanya untuk meningkatkan taraf hidupnya sendiri jika sudah tidak menjadi khodimat nantinya,” tuturnya.

Festival tarbiyah khadimat diisi dengan lomba hafalan Alquran, bazar hasil karya khadimat, tausiah dan motivasi. Pihak penyelenggaran menyediakan umroh maksimal kepada lima khadimat yang beruntung. Pada akhirnya tujuan utamanya memanamkah akhalkul kharimah, tata krama, sopan santun, sehingga taraf hidupnya akan meningkat. (din)

 

 

 

Komentar Anda

comments


Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!